Banyak Digunakan di Toko dan Resto, Penghalang Plastik Tak Efektif Cegah Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:01 WIB
Banyak Digunakan di Toko dan Resto, Penghalang Plastik Tak Efektif Cegah Covid-19
Ilustrasi makan di restoran dengan penghalang plastik (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona bisa menembus berbagai lapisan, bahkan penghalang plastik yang biasa ditempel di toko mungkin kurang protektif. 

Melansir dari WebMD, para ilmuwan yang mempelajari aliran udara, ventilasi, dan tetesan aerosol mengatakan penghalang plastik mungkin tidak membantu.

Pada kenyataannya, penghalang ini dapat memperburuk situasi dengan menghalangi aliran udara normal. 

Biasanya, saat orang berinteraksi dan bernapas di sebuah ruangan, arus dan sistem ventilasi mensirkulasikan kembali udara dan menyebarkan partikel yang dihembuskan. Namun, dengan penghalang plastik, partikel bisa terperangkap di benda mati dan menumpuk.

"Jika Anda memiliki penghalang di ruang kelas, itu akan mengganggu ventilasi yang tepat di ruangan itu," kata Linsey Marr, profesor teknik sipil dan lingkungan di Virginia Tech.

"Aerosol semua orang akan terperangkap dan terjebak di sana dan menumpuk, akhirnya akan menyebar ke luar meja Anda sendiri," katanya.

Beberapa variabel menjadi faktor kemanjuran penghalang plastik. Misalnya pada penghalang plastik ini, mungkin dapat menghentikan tetesan pernapasan besar dari batuk dan bersin, tetapi mungkin tidak banyak membantu mencegah partikel aerosol kecil dari virus seperti Covid-19 menyebar.

Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)


"Kami telah menunjukkan efek penghalang plastik dalam memblokir partikel yang lebih besar, tetapi juga bahwa aerosol yang lebih kecil bergerak di atas penghalang dan bercampur di udara ruangan dalam waktu sekitar lima menit," kata Catherine Noakes, seorang profesor teknik lingkungan di University of Leeds. koran.

"Ini berarti jika orang berinteraksi selama lebih dari beberapa menit, mereka kemungkinan akan terpapar virus terlepas dari peghalangnya," katanya.

baca juga

Efektivitas penghalang plastik kemungkinan juga tergantung pada lokasi dan pengaturannya. Misal, seorang pengemudi bus dengan penghalang besar mungkin dapat menghindari menghirup partikel yang dihembuskan penumpang. 

Kasir bank atau petugas toko di belakang penghalang besar mungkin juga sebagian dilindungi.

Para peneliti telah merekomendasikan agar sekolah dan kantor fokus pada ventilasi, masker, dan vaksin untuk memperlambat penyebaran virus corona daripada menghadirkan penghalang plastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan WNA Jalani Vaksinasi Covid-19 Pertama di Balai Kota Jakarta

Ratusan WNA Jalani Vaksinasi Covid-19 Pertama di Balai Kota Jakarta

Foto | Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:22 WIB

RESMI! Kasus COVID-19 Indonesia Tembus 4 Juta Orang

RESMI! Kasus COVID-19 Indonesia Tembus 4 Juta Orang

Bekaci | Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:08 WIB

Begini Cara Biofarma Cegah Pemalsuan Vaksin Covid-19 di Masyarakat

Begini Cara Biofarma Cegah Pemalsuan Vaksin Covid-19 di Masyarakat

Health | Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×