alexametrics

Banyak Digunakan di Toko dan Resto, Penghalang Plastik Tak Efektif Cegah Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Banyak Digunakan di Toko dan Resto, Penghalang Plastik Tak Efektif Cegah Covid-19
Ilustrasi makan di restoran dengan penghalang plastik (Shutterstock)

Sebuah studi menunjukkan bahwa penghalang plastik kemungkinan tidak begitu efektif dalam mencegah paapran Covid-19.

Suara.com - Virus corona bisa menembus berbagai lapisan, bahkan penghalang plastik yang biasa ditempel di toko mungkin kurang protektif. 

Melansir dari WebMD, para ilmuwan yang mempelajari aliran udara, ventilasi, dan tetesan aerosol mengatakan penghalang plastik mungkin tidak membantu.

Pada kenyataannya, penghalang ini dapat memperburuk situasi dengan menghalangi aliran udara normal. 

Biasanya, saat orang berinteraksi dan bernapas di sebuah ruangan, arus dan sistem ventilasi mensirkulasikan kembali udara dan menyebarkan partikel yang dihembuskan. Namun, dengan penghalang plastik, partikel bisa terperangkap di benda mati dan menumpuk.

Baca Juga: Update 24 Agustus: Tambah 19.106 Orang, Kasus Positif Covid-19 Indonesia Tembus 4 Juta

"Jika Anda memiliki penghalang di ruang kelas, itu akan mengganggu ventilasi yang tepat di ruangan itu," kata Linsey Marr, profesor teknik sipil dan lingkungan di Virginia Tech.

"Aerosol semua orang akan terperangkap dan terjebak di sana dan menumpuk, akhirnya akan menyebar ke luar meja Anda sendiri," katanya.

Beberapa variabel menjadi faktor kemanjuran penghalang plastik. Misalnya pada penghalang plastik ini, mungkin dapat menghentikan tetesan pernapasan besar dari batuk dan bersin, tetapi mungkin tidak banyak membantu mencegah partikel aerosol kecil dari virus seperti Covid-19 menyebar.

Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)


"Kami telah menunjukkan efek penghalang plastik dalam memblokir partikel yang lebih besar, tetapi juga bahwa aerosol yang lebih kecil bergerak di atas penghalang dan bercampur di udara ruangan dalam waktu sekitar lima menit," kata Catherine Noakes, seorang profesor teknik lingkungan di University of Leeds. koran.

"Ini berarti jika orang berinteraksi selama lebih dari beberapa menit, mereka kemungkinan akan terpapar virus terlepas dari peghalangnya," katanya.

Baca Juga: Mau ke Mal? Baca Dulu Infografis Cara Scan Barcode di PeduliLindungi

Efektivitas penghalang plastik kemungkinan juga tergantung pada lokasi dan pengaturannya. Misal, seorang pengemudi bus dengan penghalang besar mungkin dapat menghindari menghirup partikel yang dihembuskan penumpang. 

Kasir bank atau petugas toko di belakang penghalang besar mungkin juga sebagian dilindungi.

Para peneliti telah merekomendasikan agar sekolah dan kantor fokus pada ventilasi, masker, dan vaksin untuk memperlambat penyebaran virus corona daripada menghadirkan penghalang plastik.

Komentar