Awas Palsu, Ini Ciri Bahan Masker Medis Berkualitas yang Harus Diperhatikan

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 24 Agustus 2021 | 21:30 WIB
Awas Palsu, Ini Ciri Bahan Masker Medis Berkualitas yang Harus Diperhatikan
Ilustrasi masker. (Dok: Pokana)

Suara.com - Hingga saat ini ada empat jenis masker yang umum digunakan oleh masyarakat, beda, N95, KN95, dan juga masker kain. Keempat masker tersebut memiliki kemampuan dan kualitas menyaring udara yang berbeda.

Khusus untuk N95 dan KN95 umumnya digunakan untuk tenaga medis. Sedangkan untuk masyarakat kebanyakan menggunakan masker bedah dan masker kain.

Sayangnya, meski masker bedah memiliki kemampuan filter udara lebih baik dari masker kain, namun masih ada kebocoran di samping kanan dan kiri masker. Itulah mengapa Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro menyarankan penggunaan double mask atau masker ganda.

Ilustrasi masker. (Dok: Pokana)
Ilustrasi masker. (Dok: Pokana)

Masker ganda terdiri masker bedah yang ditambah masker kain dua lapis, sehingga proteksi dan filtrasi lebih maksimal mencegah virus dan patogen terhirup ke saluran napas. Ini karena lapisan masker kain bisa membuat celah kanan dan kiri masker bedah lebih rapat.

“Gunanya? Filtrasi atau daya saring masker akan semakin tinggi atau Penelitian Dr. Emily Sickbert Bennet dan kawan-kawan, membuktikan filtrasi masker dobel naik diatas 80 persen,” ujar Dokter Reisa beberapa waktu lalu.

Namun perlu waspada terhadap peredaran masker palsu yang kerap jadi bumerang. Cara menangkalnya dengan penggunaan masker yang bisa dijamin kualitas dan mutunya seperti yang dijabarkan Ananta, Direktur Utama PT Tata Global Sentosa Tasen, produsen masker Pokana.

"Masker medis yang benar punya bahan baku berupa meltblown dengan tingkat Bacterial Filtration Efficiency (bfe) di atas 99.9 persen," ujar Ananta, lewat siaran pers yang diterima suara.com, Selasa (24/8/2021).

Mengutip situs Kemenkes, masker bedah yang diakui adalah masker yang terbuat dari bahan material berupa Non - Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, dan Spunbond (SMMS).

Sayangnya, bahan baku meltblown yang bisa mempengaruhi kualitas masker jadi lebih baik ini masih mahal. Itulah alasan masker dengan bfe di atas 99 persen, cenderung lebih mahal di banding masker medis yang banyak di temukan di pasaran.

baca juga

"Harga bahan baku meltblown mengalami kenaikan luar biasa, saat periode normal hanya 2 dollar atau Rp 28ribu per kilogram, namun di masa tertingginya bisa 150 dollar atau Rp 2,1juta per kilogram," terang Ananta.

Meski 75 persen bahan masker berasal dari lokal, namun bahan baku penting yakni meltblown yang merupakan serat non woven dari polypropylene, sedang diusahakan diperoleh dari produsen lokal.

Kata Ananta, itu sangat penting agar masyarakat bisa mendapatkan akses masker yang lebih murah tapi juga berkualitas.

"Saat ini perusahaan masih berupaya memenuhi produksi dalam negeri dan tengah berupaya menggenjot produksi agar dapat mengurangi beban biaya, sehingga bisa lebih efisien," pungkas Ananta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selasa 24 Agustus 2021, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Peringkat Satu Dunia

Selasa 24 Agustus 2021, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Peringkat Satu Dunia

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:31 WIB

Warga Pesisir Kabupaten Malang Larung Sesaji Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir

Warga Pesisir Kabupaten Malang Larung Sesaji Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir

Malang | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:22 WIB

Pamer Momen Makan Bareng, Pasangan Ini Malah Berujung Ditangkap Polisi

Pamer Momen Makan Bareng, Pasangan Ini Malah Berujung Ditangkap Polisi

Lifestyle | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×