Temuan Baru Ungkap Potensi Manfaat Yogurt pada Kesehatan Otak

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:00 WIB
Temuan Baru Ungkap Potensi Manfaat Yogurt pada Kesehatan Otak

Suara.com - Sejumlah makanan mengandung probiotik atau kultur bakteri hidup yang bermanfaat bagi saluran pencernaan. Dua jenis mikroorganisme hidup, yakni Lactobacillus atau Streptococcus, ditambahkan ke dalam susu pasteurisasi untuk membuat yogurt, menjadikannya salah satu makanan fermentasi kaya probiotik yang paling populer.

Tapi tak cuma bermanfaat untuk saluran pencernaan, yogurt dan makanan mengandung probiotik lainnya bisa berefek baik pada kesehatan otak.

Dilansir dari Eat This, para peneliti dari University College Cork di Irlandia memutuskan untuk mengeksplorasi apakah hubungan saluran pencernaan yang baik ini dapat berdampak pada otak yang menua.

Peneliti transplantasi mikrobiota tinja (menggunakan bakteri usus "baik") dari tikus muda (3 sampai 4 bulan) atau tua (19 sampai 20 bulan) ke tikus tua. Setelah melakukan pemindaian dan tes otak (seperti labirin hewan pengerat klasik), penulis menemukan bahwa tikus yang menerima mikrobioma "remaja" menunjukkan lebih sedikit tanda-tanda kecemasan (gejala klasik penyakit Alzheimer) bersama dengan peningkatan memori dan fungsi kognitif.

Hasil pemindaian mengungkapkan bahwa otak mereka mengandung molekul dan pola gen tertentu yang meniru otak tikus muda. Temuan terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Aging.

Ilustrasi yogurt. [Freepik]
Ilustrasi yogurt. [Freepik]

"Penelitian baru ini merupakan pengubah permainan yang potensial, karena kami telah menetapkan bahwa mikrobioma dapat dimanfaatkan untuk membalikkan kerusakan otak terkait usia," kata John F. Cryan, profesor dan wakil presiden untuk penelitian dan inovasi di University College Cork, dalam siaran pers .

Sementara dia menambahkan bahwa penemuan ini masih sangat dini dan perlu lebih banyak penelitian lanjutan.

Seorang rekan dan direktur pusat penelitian pun menyatakan studi ini membuka kemungkinan di masa depan untuk memodulasi mikrobiota usus sebagai target terapi untuk memengaruhi kesehatan otak.

"Ini (penelitian saat ini dari Irlandia) menambah bukti bahwa ada interaksi signifikan antara mikrobioma usus dan otak yang mungkin dimediasi oleh sistem kekebalan kita," kata Douglas Scharre MD, ahli saraf, dan direktur divisi Neurologi Kognitif di Ohio State Wexner Medical Center.

Sunitha Posina , MD, seorang internis bersertifikat dari New York City, percaya bahwa penelitian terbaru ini terdengar menjanjikan. "Akan menjadi terobosan jika ini bisa direplikasi pada manusia," lanjutnya. "Ini berita yang sangat bagus."

Sependapat dengan Scharre, Posina mengatakan studi yang lebih besar dan longitudinal perlu dilakukan untuk membangun hubungan langsung. "Bagaimanapun, saya tidak melihat ada salahnya meningkatkan mikrobioma usus kita melalui diet dan gaya hidup karena bermanfaat bagi kesejahteraan kita dan bukan hanya otak," kata Posina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kuasai Satu Saja Instrumen Musik Bisa Berdampak Baik bagi Kesehatan Otak

Studi: Kuasai Satu Saja Instrumen Musik Bisa Berdampak Baik bagi Kesehatan Otak

Health | Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Jaga Kesehatan Jantung Hingga Kesehatan Otak, Berikut 7 Manfaat Bawang Merah

Jaga Kesehatan Jantung Hingga Kesehatan Otak, Berikut 7 Manfaat Bawang Merah

Banten | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 12:34 WIB

Yogurt Rasa Es Doger dan Es Cendol Jadi Menu Baru Sour Sally

Yogurt Rasa Es Doger dan Es Cendol Jadi Menu Baru Sour Sally

Lifestyle | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 20:53 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB