alexametrics

CDC: Orang yang Tidak Vaksin Covid-19 Berisiko 29 Kali Lipat Dirawat di RS

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
CDC: Orang yang Tidak Vaksin Covid-19 Berisiko 29 Kali Lipat Dirawat di RS
Ilustrasi vaksin Covid-19 (pexels.com)

Orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 lebih berisiko 29 kali lipat dirawat di RS karena virus corona Covid-19.

Suara.com - Studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 memiliki risiko 29 kali lipat dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19.

Studi ini diterbitkan oleh CDC dalam laporan Morbidity and Mortality Weekly, yang berdasarkan data dari 43.127 kasus virus corona Ciovid-19 di Long Angeles County dari 1 Mei hingga 25 Juli 2021. Studi ini juga menemukan orang yang tidak vaksin Covid-19 lebih berisiko 5 kali lipat tertular virus corona Covid-19.

Selama periode studi tersebut, persentase orang dewasa yang sudah suntik vaksin Covid-19 lengkap di LA County telah melonjak dari 27 persen menjadi 51 persen.

"Data ini mengingatkan kami bahwa bila Anda belum vaksinasi, maka Anda termasuk di antara orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19 tersebut," kata Direktur CDC, Rochele Walensky dikutip dari Fox News.

Baca Juga: China Berhasil Taklukan Virus Corona Varian Delta Cuma Dalam 35 Hari, Apa Rahasianya?

Mulanya, Food and Drug Administration (FDA) memberikan persetujuan penuh untuk vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. Kemudian, sekitar 61 persen orang Amerika telah menerima setidaknya 1 kali suntikan vaksin Pfizer dan 52 persen sudah vaksinasi penuh.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Sebab, kasus infeksi, kematian dan rawat inap akibat virus corona Covid-19 terus meningkat kembali seperti awal pandemi, karena munculnya varian Delta.

Rochele Walensky pun memperingatkan semua orang Amerika bahwa mereka masih berisiko terinfeksi virus corona Covid-19, meskipun sudah vaksinasi lengkap.

Tapi faktanya, kasus infesi virus corona pada orang yang sudah vaksin Covid-19 jauh lebih jarang. Selain itu, orang yang sudah vaksin Covid-19 juga tidak mengalami kondisi parah ketika terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Peneliti: Virus Corona 'Covid-22' Bisa Lebih Mematikan dan Kebal Terhadap Vaksin

Komentar