Mengenal Dua Jenis Kanker Paru dan Perbedaanya

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 26 Agustus 2021 | 16:13 WIB
Mengenal Dua Jenis Kanker Paru dan Perbedaanya
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak banyak orang yang tahu bahwa kanker paru terbagi dalam dua jenis.

Dua jenis kanker paru yaitu small cell lung cancer (SCLC) atau kanker paru sel kecil dan non-small cell lung cancer (NSCLC) atau kanker paru bukan sel kecil.

Saat ini kanker paru merupakan penyakit yang mendapat perhatian besar karena menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia.

Ini terbukti dengan adanya data Global Cancer Statistic (Globocan) 2020 yang menyebut ada 1.796.144 kematian akibat kanker paru di seluruh dunia.

Dijelaskan Spesialis Patologi Anatomi RS Kanker Dharmais, dr. Evlina Suzanna Sinuraya, Sp.PA, bahwa jenis kanker paru SCLC dan NSCLC disebabkan karena hal berbeda.

Untuk itu, gejalanya pun berbeda dan perlu penanganan yang berbeda pula.

"Namun pada dasarnya, NSCLC lebih umum dan sering terjadi dibanding SCLC," ujar dr. Evlina dalam acara diskusi Takeda Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Kamis (26/8/2021).

Berdasarkan statistik yang dirilis American Cancer Society menemukan, dari total kejadian kanker paru, 85 persen diantaranya kanker paru NSCLC, sisanya 15 persen kanker paru SCLC.

Untuk penanganan kanker paru jenis NSCLC perlu penanganan secara cepat dan tepat, guna menurunkan angka risiko kematian akibat penyakit ini.

Pada kanker paru NSCLC bisa menyebabkan mutasi genetik, seperti KRAS, EGDR, dan ALK. Berbagai jenis mutasi gen inilah yang akhirnya menyebabkan NSCLC akhirnya sulit didiagnosis dan diterapi.

Sementara itu untuk kanker paru SCLC adalah bentuk agresif dari kanker paru, yang biasanya menyebabkan penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya terjadi sangat cepat melalui aliran darah.

Pada umumnya, kanker paru SCLC didiagnosis pada stadium lanjut, dengan penanganan biasanya dilakukan dalam bentuk kemoterapi untuk menekan sel kanker tidak semakin berkembang.

"Namun baik NSCLC maupun SCLC, gejala umum yang bisa dilihat seperti batuk yang tak kunjung hilang, batuk darah, nyeri dada hingga sesak napas, penurunan berat badan yang drastis, sakit kepala, hingga sakit tulang," pungkas dr. Evlina. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Orang Setiap Jam Meninggal karena Kanker Paru, Merokok Salah Satu Pemicunya

4 Orang Setiap Jam Meninggal karena Kanker Paru, Merokok Salah Satu Pemicunya

Sumbar | Senin, 23 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Dokter Sebut 4 Orang Meninggal Setiap Jam karena Kanker Paru, Gara-gara Rokok?

Dokter Sebut 4 Orang Meninggal Setiap Jam karena Kanker Paru, Gara-gara Rokok?

Health | Minggu, 22 Agustus 2021 | 19:43 WIB

Sempat Dikira Long Covid-19, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Paru-paru!

Sempat Dikira Long Covid-19, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Paru-paru!

Health | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB