Sama-sama Menyerang Saluran Napas, Ini Beda Gejala Kanker Paru dan Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 07:15 WIB
Sama-sama Menyerang Saluran Napas, Ini Beda Gejala Kanker Paru dan Covid-19
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Lantaran sama-sama menyerang saluran napas atau paru, banyak orang tidak bisa membedakan gejala Covid-19 dan gejala kanker paru.

Padahal dari penyebab keduanya dipicu hal berbeda, yakni Covid-19 disebabkan infeksi virus corona SARS CoV 2 dan kanker paru disebabkan kerusakan gen.

Meski begitu kedua penyakit tersebut sama berbahayanya, dan harus segera mendapatkan penanganan dokter. Konsultan Onkologi Medik RSCM, Dr. dr. Ikhwan Rinaldi mengingatkan pasien kanker paru berisiko terinfeksi Covid-19, bahkan berpotensi alami perburukan.

Itulah kenapa menurut dia, pasien kanker paru untuk tidak menunda pengobatan meski di masa pandemi Covid-19 sekalipun. Ini karena apabila kanker paru tidak segera ditangani bisa mempercepat penyebaran sel kanker ke berbagai organ.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

“Beberapa penelitian menunjukkan, pasien dengan kanker paru dan mereka yang memiliki penyakit ganas terkait hematologi tampaknya memiliki risiko kematian  tertinggi  akibat  infeksi  SARS CoV 2," ujar Dr. Ikhwan dalam acara diskusi Takeda Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Kamis (26/8/2021).

Berikut ini perbedaan gejala kanker paru dan Covid-19, yang perlu diperhatikan dan diwaspadai:

Gejala kanker paru

  • Nyeri dada
  • Batuk berkepanjangan
  • Gangguan pernapasan  
  • Kelelahan  
  • Darah pada dahak  
  • Penurunan berat badan dan nafsu makan.
  • Pusing atau nyeri pada pasien  kanker
  • Paru dengan penyebaran ke tulang atau otak.

Gejala Covid-19

  • Demam  
  • Batuk  
  • Gangguan pernapasan  
  • Kelelahan  
  • Nyeri otot  
  • Kehilangan indera perasa dan penciuman  
  • Pusing  
  • Radang  
  • Pilek  
  • Mual dan muntah  
  • Diare

Berdasarkan rincian gejala di atas, terdapat beberapa gejala yang sama antara kanker paru dan Covid-19. Penelitian menunjukkan bahwa saat terserang Covid-19 pasien kanker paru cenderung menunjukkan gejala  gangguan pernapasan yang lebih cepat dibandingkan  dengan pasien tanpa kanker paru.

baca juga

Hal ini dapat disebabkan karena pasien kanker paru memiliki fungsi paru yang sudah terganggu pada awal  infeksi dibandingkan dengan pasien tanpa kanker paru. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai gejala  spesifik yang dapat membedakan kanker paru dan Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 di Kaltim Bertambah 637 Kasus, Angka Sembuh Juga Meningkat Sebanyak 889

Covid-19 di Kaltim Bertambah 637 Kasus, Angka Sembuh Juga Meningkat Sebanyak 889

Kaltim | Kamis, 26 Agustus 2021 | 22:59 WIB

Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 795 orang, Paling Banyak dari Sleman

Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 795 orang, Paling Banyak dari Sleman

Jogja | Kamis, 26 Agustus 2021 | 21:58 WIB

Kota Malang Mentas dari Zona Merah COVID-19

Kota Malang Mentas dari Zona Merah COVID-19

Malang | Kamis, 26 Agustus 2021 | 21:53 WIB

Terkini

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:19 WIB

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:56 WIB

×