alexametrics

Pasien Stroke Hanya Punya Waktu Maksimal 4,5 Jam Sebelum Kematian Sel Saraf

Vania Rossa
Pasien Stroke Hanya Punya Waktu Maksimal 4,5 Jam Sebelum Kematian Sel Saraf
Ilustrasi stroke. (shutterstock)

Di waktu 4,5 jam tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit yang tepat, yang bisa melayani dengan cepat.

Suara.com - Tak banyak masyarakat yang mampu mengenali gejala utama stroke, lantaran serangan ini terjadi secara mendadak dan kerap luput dari perhatian.

Direktur Utama di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS, mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tiga gejala stroke yang paling sering dialami pasien.

Ketiga gejala itu adalah tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan salah satu anggota gerak tubuh, dan terganggunya bicara. Inilah gejala yang paling banyak yang dialami oleh pasien stroke.

Selain ketiga gejala ini, ada juga pasien yang merasa sakit kepala yang tidak biasa, sangat hebat, diikuti penurunan kesadaran, pusing dan gangguan perilaku.

Baca Juga: Akibat Pola Hidup Kurang Gerak, Stroke Meningkat di Kalangan Usia Muda

Mursyid yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) mengatakan, bila gejala-gejala ini muncul, maka pasien perlu segera mendapatkan penanganan tenaga medis.

Ketika gejala tersebut muncul, pasien hanya memiliki waktu maksimal 4,5 jam sebelum kematian sel saraf terjadi atau hal-hal buruk lainnya terjadi, termasuk kematian.

"Kalau ada gejala, terjadi mendadak atau akut, yang harus dilakukan harus pergi ke fasilitas kesehatan. Cari rumah sakit yang tepat, yang bisa melayani cepat. 4,5 jam itu golden periode. Satu detik bisa bermanfaat mencegah kematian sel saraf. Kalau kita delay sejam dua jam, akibatnya akan buruk," katanya dalam sebuah virtual media briefing, seperti dikutip dari Antara.

Mursyid mengatakan, kecacatan yang bisa terjadi bila penanganan terlambat diberikan bisa bervariasi, dari yang tak terlihat seperti gangguan konsentrasi, masalah mengingat, hingga yang kasat mata antara lain melemahnya anggota gerak yang bahkan membuat pasien selamanya harus beraktivitas di atas tempat tidur

Ada banyak faktor yang menyebabkan stroke, di antaranya usia, genetik, lalu faktor penyakit seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas, serta gaya hidup tak sehat mencakup penuh stres, malas berolahraga dan pola makan buruk.

Baca Juga: Baru Seperempat Pasien Diabetes Sadar Punya Gula Darah Tinggi, Kenali Gejalanya di Sini!

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 memperlihatkan stroke dialami 7 per 1000 orang, dan angka ini naik menjadi 10,9 pada tahun 2018.

Komentar