Akibat Pola Hidup Kurang Gerak, Stroke Meningkat di Kalangan Usia Muda

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 12:01 WIB
Akibat Pola Hidup Kurang Gerak, Stroke Meningkat di Kalangan Usia Muda
Ilustrasi rebahan. (Unsplash/Adrian Swancar)

Suara.com - Orang dewasa di bawah usia 60 yang kurang gerak dan lebih banyak habiskan waktu dengan komputer atau nonton TV berisiko mengalami stroke lebih tinggi. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang terbit pada jurnal Stroke

Melansir dari Medical Xpress, menurut statistik American Heart Association, orang dewasa Amerika Serikat menghabiskan rata-rata 10,5 jam sehari terhubung ke media seperti smartphone, komputer atau menonton televisi. 

Orang dewasa berusia 50 hingga 64 menghabiskan waktu paling banyak dari semua kelompok usia yang terhubung ke media. 

Data juga menunjukkan bahwa kematian terkait stroke menurun pada tahun 2010 di antara orang dewasa 65 tahun ke atas. Namun, kematian akibat stroke tampaknya meningkat di antara orang dewasa yang lebih muda, usia 35 hingga 64 tahun. 

Kondisi ini meningkat dari 14,7 pada setiap 100.000 orang dewasa pada tahun 2010 menjadi 15,4 per 100.000 pada tahun 2016 pada uasia lebih muda. 

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)


Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan orang dewasa untuk tidak bergerak, semakin besar risiko penyakit kardiovaskular termasuk stroke. Setidaknya hampir 9 dari 10 stroke dapat dikaitkan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti perilaku menetap dan kurang gerak.

"Waktu menetap meningkat di Amerika Serikat dan Kanada," kata penulis studi Raed A. Joundi, MD, D.Phil., seorang rekan stroke di departemen ilmu saraf klinis di Cumming School of Medicine di University of Calgary di Kanada. 

Waktu sedentary atau menetap dan kurang gerak adalah durasi aktivitas yang dilakukan sambil duduk atau berbaring. 

Penting untuk memahami apakah jumlah waktu sedentary yang tinggi dapat menyebabkan stroke pada individu muda karena stroke dapat menyebabkan kematian dini atau secara signifikan mengganggu fungsi dan kualitas hidup.

"Orang dewasa berusia 60 tahun ke bawah harus menyadari bahwa waktu duduk yang sangat tinggi dengan sedikit waktu yang dihabiskan untuk aktivitas fisik dapat memiliki efek buruk pada kesehatan, termasuk peningkatan risiko stroke," kata Joundi. 

"Aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting karena mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk, dan juga tampaknya mengurangi dampak negatif dari waktu duduk yang berlebihan. Rekomendasi dokter dan kebijakan kesehatan masyarakat harus menekankan peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi waktu duduk di antara orang dewasa muda. dalam kombinasi dengan kebiasaan sehat lainnya untuk menurunkan risiko kejadian kardiovaskular dan stroke," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKW Asal Cianjur Hilang 15 Tahun, Pas Ditemukan Dalam Kondisi Sakit Stroke

TKW Asal Cianjur Hilang 15 Tahun, Pas Ditemukan Dalam Kondisi Sakit Stroke

Bogor | Kamis, 19 Agustus 2021 | 10:09 WIB

Konsumsi Cokelat, Yogurt, dan Keju Bisa Membantu Kesehatan Jantung

Konsumsi Cokelat, Yogurt, dan Keju Bisa Membantu Kesehatan Jantung

Health | Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Duduk Terlalu Lama saat Bekerja Bisa Berefek pada Kesehatan, Simak Saran Studi

Duduk Terlalu Lama saat Bekerja Bisa Berefek pada Kesehatan, Simak Saran Studi

Health | Selasa, 17 Agustus 2021 | 12:11 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB