Harga Rapid Test Antigen Turun Jadi Rp99 Ribu, Bagaimana dengan Kualitasnya?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 03 September 2021 | 11:38 WIB
Harga Rapid Test Antigen Turun Jadi Rp99 Ribu, Bagaimana dengan Kualitasnya?
Staf Politeknik Caltex Riau (PCR) mengikuti tes swab antigen di GOR Pekanbaru, Senin (24/5/2021). [Dok PCR]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan bahwa keputusan menurunkan tarif rapid diagnostic test (RDT) antigen tidak akan memengaruhi kualitas hasil tes cepat Covid-19 tersebut.

Hal ini perlu ditekankan guna menjawab keraguan masyarakat yang mempertanyakan kualitas akurasi hasil tes Covid-19.

Sebelumnya, tarif rapid test antigen diputuskan untuk turun dari Rp275 ribu menjadi Rp99 ribu di pulau Jawa-Bali, dan Rp109 ribu untuk daerah lainnya.

Diungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Profesor Abdul Kadir yang mengatakan penurunan tarif antigen tidak lantas membuat syarat izin edar antigen dipermudah.

Kemenkes tetap punya aturan standar validasi sensitfitas alat antigen yang ketat, dimana validasi ini dilakukan khusus oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI.

"Bahwa semua rapid test diagnostik antigen yang beredar di pasaran itu dilakukan semacam validasi oleh Baitbangkes, sampai dimana sensitifitasnya, dan sejauh mana sensitifitasnya, kalau gak salah di atas 95 persen," ujar Profesor Kadir saat konferensi pers beberapa waktu lalu.

Profesor Kadir menjelaskan, bahwa hanya alat rapid test antigen yang memenuhi syarat validasi sensitifitas ini yang berhak mendapatkan izin edar oleh Kemenkes RI.

Hasinya, kini semua alat rapid test antigen yang beredar di pasaran sudah divalidasi oleh Kemenkes RI, baik kualitas dan sensitivitasnya mendeteksi virus corona penyebab sakit Covid-19.

"Sehingga dengan demikian, kita bisa berikan jaminan semua rapid diagnostik antigen yang beredar secara resmi di pasaran, itu kualitasnya bisa dipertanggung jawabkan," jelasnya.

baca juga

Setelah izin edar diberikan kepada produsen alat rapid test antigen, Kemenkes RI juga tidak lepas tangan, karena akan ada validasi evaluasi berkala untuk mengawal kualitas alat antigen di pasaran agar tetap sesuai standar yang ditetapkan.

"Sehingga rekanan atau distibutor harus memberikan sampel yang banyak kepada Balitbangkes, untuk dilakukan validasi akurasi dari hasil pemeriksaan rapid test antigen," ungkap Profesor Kadir.

Evaluasi validasi akurasi hasil antigen ini nantinya akan dibandingkan dengan hasil tes golden standar dari PCR untuk Covid-19, lalu dipilih mana antigen dengan sensitivitas tertinggi.

"Kalau sensitifitasnya di bawah standar oleh Balibangkes, maka pasti tidak akan direkomendasikan untuk mendapatkan izin edar," pungkas Profesor Kadir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Inspirasi Permainan Dalam Rumah Agar Anak Tetap Aktif Bergerak

5 Inspirasi Permainan Dalam Rumah Agar Anak Tetap Aktif Bergerak

Your Say | Jum'at, 03 September 2021 | 11:18 WIB

Jumlah Siswa Putus Sekolah di Kayong Utara Meningkat, Ini Alasannya

Jumlah Siswa Putus Sekolah di Kayong Utara Meningkat, Ini Alasannya

Kalbar | Jum'at, 03 September 2021 | 11:03 WIB

Ramai Wacana Presiden 3 Periode, MUI Beri Sindiran Pedas

Ramai Wacana Presiden 3 Periode, MUI Beri Sindiran Pedas

News | Jum'at, 03 September 2021 | 11:06 WIB

Terkini

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 06:50 WIB

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

×