Jangan Pernah Pakai Cotton Bud Untuk Bersihkan Telinga, Pakar Ungkap Alasannya

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Jum'at, 03 September 2021 | 12:35 WIB
Jangan Pernah Pakai Cotton Bud Untuk Bersihkan Telinga, Pakar Ungkap Alasannya
Ilustrasi perempuan menggunakan cotton bud. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang masih kerap menggunakan cotton bud atau korek kuping untuk membersihkan telinga.

Padahal dokter tidak menyarankan sama sekali hal itu. Kotoran telinga disebut bisa hilang dan bersih dengan sendirinya dengan mekanisme dalam tubuh.

“Kotoran telinga adalah kombinasi dari sebum – zat yang dihasilkan dari kelenjar sebasea di permukaan yang terpasang pada telinga – dan sel kulit mati yang terkelupas di area ini," kata Dr Deborah Lee dari Fox Online Pharmacy seperti dikutip dari Express UK.

Ia mengatakan bahwa kotoran telinga sangat membantu karena, bersama dengan rambut-rambut halus di telinga, ini mencegah organisme seperti bakteri dan virus menyerang telinga bagian dalam dan menyebabkan infeksi.

Cotton bud, kotoran telinga (Pixabay/pisauikan)
Cotton bud, kotoran telinga (Pixabay/pisauikan)

"Kotoran telinga secara alami keluar dari telinga Anda tanpa Anda sadari. Ketika Anda berbicara, makan, dan mengunyah, otot rahang Anda dengan lembut menyenggol lilin di sepanjang saluran, dan akhirnya jatuh secara alami," kata dia.

Ia melanjutkan bahwa sejumlah kecil hanyut saat kita mandi atau mandi. Kotoran telinga yang berlebihan lebih mungkin terjadi pada orang dengan saluran telinga yang sempit, telinga yang sangat berbulu, atau pada orang yang secara teratur menggunakan earphone atau alat bantu dengar.

Jika memiliki kotoran telinga yang berlebihan, Dr Lee menekankan betapa pentingnya untuk tidak memasukkan benda tajam ke dalam telinga atau mencoba mengeluarkan kotoran tersebut dengan air.

Jika Anda memiliki kotoran telinga yang berlebihan, cara terbaik untuk menghilangkannya adalah dengan menggunakan obat tetes pembersih telinga.

Namun, yang terbaik adalah berbicara dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan gendang telinga tidak berlubang. Konsultasi juga penting untuk memeriksa apakah Anda dapat menggunakan obat tetes jika Anda telah menjalani operasi telinga.

Baca Juga: Dokter Spesialis THT: Sejarah, Pengertian, Tugas dan Penyakit yang Ditanganinya

Jika Anda dapat menggunakan obat tetes, Dr Lee merekomendasikan untuk mengoleskan lima tetes ke telinga yang sakit dua kali sehari, selama tiga hingga tujuh hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI