Banyak Mendapat Kritis Soal Penanganan Pandemi Covid-19, Perdana Menteri Jepang Mundur

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 03 September 2021 | 18:20 WIB
Banyak Mendapat Kritis Soal Penanganan Pandemi Covid-19, Perdana Menteri Jepang Mundur
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Antara)

Suara.com - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada hari Jumat bahwa dia tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai pemimpin partai bulan ini. Ia juga secara efektif mengakhiri masa jabatannya setelah hanya satu tahun, kata sekretaris jenderal partainya.

Suga mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri pada pertemuan darurat anggota senior Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, kata Toshihiro Nikai kepada wartawan. Demikian seperti dilansir dari France24.

"Hari ini di rapat eksekutif, presiden (partai) Suga mengatakan dia ingin memfokuskan upayanya pada langkah-langkah anti-coronavirus dan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan kepemimpinan," kata Nikai.

"Jujur, saya terkejut. Ini benar-benar disesalkan. Dia melakukan yang terbaik tetapi setelah mempertimbangkan dengan cermat, dia membuat keputusan ini," tambahnya.

Ilustrasi Covid-19.(Freepik.com)
Ilustrasi Covid-19.(Freepik.com)

Pengumuman mengejutkan itu datang sebagai respon Suga  atas penanganan pemerintahnya terhadap tanggapan terhadap pandemi.

Namun keputusan itu tidak diprediksi sebelumnya.  Suga tidak memberikan petunjuk tentang rencananya untuk meninggalkan kantor setelah hanya satu tahun berkuasa dan sebelum mengikuti pemilihan umum pertamanya.

Dia mulai menjabat tahun lalu, melangkah ke pos yang dibiarkan kosong ketika mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Suga secara luas diperkirakan akan mencalonkan diri kembali sebagai pemimpin LDP dalam pemungutan suara yang ditetapkan pada 29 September. 

Suga terpukul oleh tanggapan pemerintahnya terhadap pandemi. Ini terjadi saat Jepang berjuang melalui rekor gelombang kelima virus setelah awal yang lambat untuk program vaksinnya.

baca juga

Sebagian besar negara saat ini berada di bawah pembatasan virus, dan tindakan tersebut telah dilakukan di beberapa daerah selama hampir sepanjang tahun.

Tetapi mereka tidak cukup untuk menghentikan lonjakan kasus yang didorong oleh varian Delta yang lebih menular. Bahkan ketika program vaksin telah meningkat dengan hampir 43 persen populasi diinokulasi sepenuhnya. Jepang telah mencatat hampir 16.000 kematian selama pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas COVID-19: 60 Persen Masyarakat Melakukan Protokol Kesehatan dengan Sadar

Satgas COVID-19: 60 Persen Masyarakat Melakukan Protokol Kesehatan dengan Sadar

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 18:16 WIB

Percepat Kerja Petugas, BPJS Kesehatan Uji Coba Aplikasi P-Care Vaksinasi Mobile

Percepat Kerja Petugas, BPJS Kesehatan Uji Coba Aplikasi P-Care Vaksinasi Mobile

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 18:15 WIB

Ratusan Anak di Sumut Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Ratusan Anak di Sumut Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Sumut | Jum'at, 03 September 2021 | 17:51 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×