Bangga, Indonesia Punya Lebih 32.000 Ramuan Obat Tradisional yang Diakui Khasiatnya

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 08 September 2021 | 17:57 WIB
Bangga, Indonesia Punya Lebih 32.000 Ramuan Obat Tradisional yang Diakui Khasiatnya
Ilustrasi obat tradisional. (Shutterstock)

Suara.com - Kekayaan tanaman obat Indonesia memang tidak diragukan lagi. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI bahkan mengungkap bahwa Indonesia punya 32.000 ramuan obat tradisional yang sudah diakui manfaatnya dan biasa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Hal ini diungkap Reri Indriani, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika BPOM, berdasarkan Riset Tumbuhan dan Jamu atau Ristoja 2017 oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Ada 32.000 ramuan pengobatan tradisional, sudah merupakan ramuan dan didukung 2.848 spesies tumbuhan yang sudah terindentifikasi sebagai bahan obat tradisional, jadi sudah ada dokumentasinya," ujar Reri dalam acara webinar Mengenal Jamu Nusantara, Rabu (8/92021).

Reri menjelaskan, dari seluruh penjuru Indonesia yang terbagi wilayah timur, tengah, dan barat masing-masing memiliki potensi pengobatan tradisional.

Perlu diingat, pengobatan tradisional yang dimaksud tidak sekadar jamu dari tanah Jawa seperti meniran, sambiloto, temulawak, beras kencur dan sebagainya.

Namun, ada sederet pengobatan tradisional Indonesia lainnya yang juga perlu diperkenalkan, seperti minyak gosok asal Sumatera yang diproduksi dari tanaman kearifan lokal.

Suku Dayak di Kalimantan terkenal dengan kayu bajakah, lalu pengolahan minyak kayu putih di Maluku, tanaman asli Papua tanah merah dan sarang semut, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut Reri, beragam pengobatan lokal ini perlu dirangkum dalam dokumentasi ramuan etnomedicine dalam sistem medis tradisional, yang di dalamnya melampirkan bukti empiris serta manfaatnya untuk masyarakat umum.

Terlebih, kata Reri, pandemi Covid-19 meningkatkan permintaan pengobatan berbasis alam atau herbal tradisional melonjak tajam, dan ini harus dimanfaatkan Indonesia.

baca juga

"Pengobatan berbasis kearifan lokal berdasarkan etnis, termasuk jamu, merupakan warisan bangsa bernilai tinggi. Jadi perlu dilestarikan, jangan sampai diklaim suatu negara. Siapa lagi yang akan melestarikan dan mempromosikan kalau bukan kita sendiri," tuturnya.

Proses dokumentas ramuan dan tumbuhan potensi obat tradisional ini memang tidak mudah. Sehingga perlu didampingi, diseriusi, dan diawasi agar sesuai harapan.

Ditambah, pengobatan tradisional ini juga perlu pendampingan bukti empiris lewat penelitian, sehingga khasiatnya bukan lagi berdasarkan asumsi tapi ada jejak empiris yang perlu ikut terdokumentasi.

"Kami fokuskan awal tahun ini kumpulkan dokumen empiris, yang ada di 33 balai dan 40 lokasi penelitian obat dan jamu. Kami saring bagaimana data dokumentasi empiris memadai atau mencukupi. Jadi, jangan tanpa informasi dari mulut ke mulut tanpa dokumentasi yang utuh," pungkas Reri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetkan Wisatawan Nusantara, 4 Daerah Dikembangkan untuk Wisata Kesehatan dan Herbal

Targetkan Wisatawan Nusantara, 4 Daerah Dikembangkan untuk Wisata Kesehatan dan Herbal

Bali | Selasa, 07 September 2021 | 15:18 WIB

Ini Khasiat Tersembunyi Tanaman Herbal Pegagan, Bisa Bikin Panjang Umur

Ini Khasiat Tersembunyi Tanaman Herbal Pegagan, Bisa Bikin Panjang Umur

Health | Selasa, 07 September 2021 | 12:40 WIB

Dipercaya Redakan Insomnia, Obat Herbal Dayak Kalimantan Ternyata Disukai Warga Turki

Dipercaya Redakan Insomnia, Obat Herbal Dayak Kalimantan Ternyata Disukai Warga Turki

Bisnis | Selasa, 07 September 2021 | 09:01 WIB

Terkini

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×