Hari Olahraga Nasional, Ini Peran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Bagi Atlet

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 09 September 2021 | 11:40 WIB
Hari Olahraga Nasional, Ini Peran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Bagi Atlet
Ilustrasi atlet. (Unsplash)

Suara.com - Kesehatan dan kebugaran fisik merupakan aset penting bagi setiap atlet sebagai modal mengikuti turnamen. Selain pelatih yang mengarahkan atlet dalam setiap persiapan meraih kejuaraan, juga terdapat peran penting dokter spesialis kedokteran olahraga untuk memantau kesehatan fisik dan juga mental atlet.

Khusus edisi Hari Olahraga Nasional hari ini, 9 September, Suara.com mewawancarai dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto, Sp.KO., yang beberapa kali ikut terlibat menangani atlet dalam berbagai cabang olahraga.

"Saya pernah terlibat dengan beberapa induk cabang olahraga. Di antaranya sepeda Indonesia, atletik, dan bulutangkis. Kemudian saya juga pernah di cabang olahraga billiar. Dari turnamen saya sudah dari mulai PON, Sea Games, Asian Games, juga Olimpic Sidney tahun 2000," ujar dr. Michael.

dr Michael Triangto, Sp.KO (Foto: Dok. Pribadi)
dr Michael Triangto, Sp.KO (Foto: Dok. Pribadi)

Setiap pertandingan, sosok dokter olahraga kerap terlihat di sekitar arena untuk ikut memantau dan membantu atlet saat persiapan maupun sesudah tanding. Namun tindakan di pinggir arena itu sebenarnya hanya sebagian kecil dari tugas dan tanggungjawab dokter olahraga khusus atlet.

"Kalau lihat dokter bantu (atlet) melakukan stretching di pinggir lapangan pertandingan, kemudian di mana-mana itu dilaporkan di medsos apa yang dia kerjakan, itu hanya sebagian kecil daripada tugas seorang dokter olahraga. Karena kita harus mulai dari mereka pendidikan sampai dengan lepas," kata dr. Michael.

Bukan sekadar mengobati atlet yang tengah cedera, dokter bahkan sebenarnya telah bertindak sejak seseorang masih menjadi calon atlet. Berikut penjelasan lebih detail terkait peran dokter keolahragaan bagi atlet.

1. Periksa kemampuan fisik
Calon atlet biasanya dimulai sejak masih usia anak. Sejak itu, peran dokter olahraga juga telah dibutuhkan untuk memastikan calon atlet mencapai tinggi dan berat badan yang optimal.

Setelah bisa mengikuti berbagai turnamen, persiapan atlet akan selalu sama, baik itu untuk pertandingan skala nasional maupun internasional. Selain berlatih secara fisik, atlet juga akan terus dipantau kesehatan fisiknya selama masa latihan. Hal tersebut yang menjadi peran dokter olahraga untuk memastikan atlet bisa bertanding secara optimal dan maksimal.

"Artinya seluruh kemampuan dia bisa keluar dan dia dapat melampaui batasan kemampuannya untuk meraih kemenangan. Dengan demikian persiapan atlet juga harus maksimal, kita harus persiapkan dia," kata dr. Michael.

baca juga

Tugas dokter olahraga harus bisa melihat dan menutupi kekurangan fisik pada atlet. Dr. Michael mencontohkan, bisa saja atlet mengalami kaki yang panjang sebelah, postur badan miring atau skoliosis, maupun cedera pinggang. Kondisi tersebut harus bisa ditangani dokter untuk nantinya disesuaikan dengan porsi latihan.

2. Mengatur pola makan atlet
Setiap atlet dianjurkan makan lebih banyak dari orang yang bukan atlet. Sebab, porsi olahraga mereka yang berat tentu dibutuhkan energi yang lebih banyak pula. Saat itu pula peran dokter harus mengatur asupan makan atlet bukan hanya sekadar banyak, tapi terpenting mencukupi nutrisi yang diperlukan.

"Jangan karena menang makannya jadi macam-macam, pesan dari online, sehingga mengalami kelebihan berat badan. Berarti kita harus mengatur makanan dan berat badannya. Berat badan yaitu harus memiliki yang optimal, agar dia bisa memenangkan pertandingan," ucapnya

Berat badan optimal bagi seorang atlet tidak boleh terlalu kurus karena justru dikhawatirkan tidak cukup tenaga. Juga tidak boleh gemuk agar selama masa berlatih bisa dilakukan dengan maksimal.

3. Berkoordinasi dengan pelatih
Dokter menjadi pihak yang paling mengenal kondisi fisik si atlet. Oleh sebab itu, dokter juga bisa merekomendasikan kepada pelatih jenis latihan yang bisa mengoptimalkan fisik atlet atau bahkan mengurasi porsinya agar tidak memperparah cedera yang ada.

"Sebagai dokter spesialis olahraga, saya juga harus bicara dengan fisioterapi (rekomendasi jenis peregangan pada atlet). Jadi saya menutup kekurangannya supaya bisa mengikuti latihan dari pelatih fisik yang disesuaikan," ujarnya.

"Dengan demikian kita bisa tetap izinkan atlet latihan tapi tidak terlalu berat, disesuaikan gerakan-gerakannya. Untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut, kita berikan support pada otot yang belum kuat, kita berikan obat-obatan. Jadi bukan sekedar dokter itu kalau ada cedera," tambah dr. Michael.

4. Menjaga psikologis atlet
Dalam pertandingan olahraga, kerap kali bukan hanya adu fisik yang terjadi. Tetapi juga mental. Menurut dr. Michael, mental atlet bahkan harus tetap dipantau sejak masih dalam fase latihan.

Misalnya, seorang atlet yang mengalami cedera pada sebagian tubuh tertentu bukan berarti sama sekali tidak bisa berlatih. Saat itu pula dokter akan menganjurkan latihan tertentu pada pelatih agar tidak membebankan area tubuh yang cedera.

"Jangan sampai atlet merasa kalau belum sehat betul maka dia tidak bisa latihan. Tidak ada atlet yang seperti itu, semua atlet itu isinya cedera. Jadi 'dipaksakan' sesuai dengan tingkat kemampuan dia," pungkas dr. Michael.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Olahraga Setiap Hari, Atlet Juga Berisiko Alami Kegemukan

Meski Olahraga Setiap Hari, Atlet Juga Berisiko Alami Kegemukan

Health | Kamis, 09 September 2021 | 10:34 WIB

5 Twibbon Selamat Haornas 2021 Paling Banyak Dipakai 9 September

5 Twibbon Selamat Haornas 2021 Paling Banyak Dipakai 9 September

Bekaci | Kamis, 09 September 2021 | 08:11 WIB

Asal Usul Hari Olahraga Nasional dan Sejarah Haornas 9 September

Asal Usul Hari Olahraga Nasional dan Sejarah Haornas 9 September

Bekaci | Kamis, 09 September 2021 | 07:10 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×