Psikolog Minta Masyarakat Berhenti Bully Anak Bibir Sumbing, Apa Alasannya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 10 September 2021 | 19:05 WIB
Psikolog Minta Masyarakat Berhenti Bully Anak Bibir Sumbing, Apa Alasannya?
ilustrasi operasi mulut, bibir sumbing [shutterstock]

Suara.com - Seolah tidak cukup anak dengan bibir sumbing atau celah langit-langit mulut merasa berbeda secara fisik, di luar itu mereka juga kerap mendapatkan stigma buruk dan bullying di masyarakat.

Sehingga kata Psikolog Klinis, Hanlie Muliani, M. Psi, anak dengan bibir sumbing kerap mendapat terpaan psikis dari dalam dan luar dirinya.

Misalnya, dalam dirinya sudah merasa tidak seberuntung anak-anak lain, tapi masih diperlakukan tidak adil, ditolak dari lingkungan, bahkan merasa terintimidasi.

“Tak jarang kondisi ini justru karena kurangnya pemahaman masyarakat akan apa itu bibir sumbing dan bagaimana kita harus menyikapinya," jelas Hanlie dalam acara webinar Smile Train Indonesia, Jumat (10/9/2021).

Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]
Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]

Hanlie berharap bullying dan intimidasi terhadap anak dengan bibir sumbing bisa dihentikan, karena bisa berdampak pada psikologi anak tersebut, dan membuat mereka tumbuh sebagai anak yang minder, putus asa, dan kecewa pada kehidupan mereka.

"Oleh karena itu, tindakan operasi juga perlu disertai dengan penanganan komprehensif yang meliputi pendampingan psikologis, baik kepada pasien maupun keluarganya. Ajakan untuk Stop Bullying Bibir Sumbing! adalah sesuatu yang baik dan perlu kita laksanakan secara konsisten,” jelas psikolog dari Sahabat Orang Tua & Anak (SOA) Parenting & Education Support Center itu.

Sekedar informasi, anak dengan bibir sumbing bukanlah sebuah aib atau kutukan, sebagaimana stigma yang selama ini berkembang di masyarakat, khususnya di pedesaan.

Kondisi ini dialami 1 dari 700 bayi yang lahir di Indonesia, mengalami bibir sumbing atau celah langit-langit mulut.

Tidak hanya berdampak secara fisik, anak dengan kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan. Semakin lambat tertangani, semakin besar pula dampaknya terdapat fisik dan psikis anak yang alami bibir sumbing atau celah langit-langit mulut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Boikot Saipul Jamil di TV dan Youtube, Psikolog Ingatkan Risiko Korban Alami Trauma

Viral Boikot Saipul Jamil di TV dan Youtube, Psikolog Ingatkan Risiko Korban Alami Trauma

Health | Senin, 06 September 2021 | 16:23 WIB

Jaga Motivasi Atlet, KONI Sumut Sediakan Psikolog

Jaga Motivasi Atlet, KONI Sumut Sediakan Psikolog

Sport | Senin, 06 September 2021 | 16:22 WIB

Kondisi Terkini Bocah Korban Pencabulan 10 Pria Bertopeng di Medan

Kondisi Terkini Bocah Korban Pencabulan 10 Pria Bertopeng di Medan

Sumut | Minggu, 05 September 2021 | 08:05 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×