alexametrics

Joe Biden dan Xi Jinping Akhirnya Ngobrol Bahas Asal-Usul Virus Corona

Bimo Aria Fundrika
Joe Biden dan Xi Jinping Akhirnya Ngobrol Bahas Asal-Usul Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Ya, itu adalah topik yang diangkat, tapi saya tidak akan membahas lebih jauh," tambahnya.

Suara.com - Setelah tujuh bulan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping pertama kali bicara untuk membahas penyelidikan asal-usul virus corona. Percakapan itu dilakukan lewats sambungan telepon selama 90 menit,

“Mereka memang membahas berbagai masalah transnasional termasuk COVID-19, dan memahami asal-usulnya, tentu saja, menjadi perhatian utama pemerintahan ini,” kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, seperti dilansir dari Wionews. 

"Ya, itu adalah topik yang diangkat, tapi saya tidak akan membahas lebih jauh," tambahnya.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Iklim dan hak asasi manusia termasuk di antara topik dan meskipun masalah ekonomi dibahas, mereka “bukan bagian utama” dari seruan tersebut, katanya.

Baca Juga: Uji Coba Pembukaan Objek Wisata Uluwatu Bali

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada BBC bahwa panggilan itu datang atas permintaan Biden, yang  "jengkel" oleh keengganan pejabat tingkat rendah China untuk mengadakan pembicaraan substantif dengan pemerintahannya.

Penyiar negara China CCTV mengatakan panggilan telepon itu "terus terang (dan) mendalam". ia juga menambahkan bahwa itu telah mencakup "komunikasi strategis yang luas dan ... masalah yang menjadi perhatian bersama".

"Apakah China dan AS dapat menangani hubungan mereka dengan baik ... sangat penting untuk masa depan dan nasib dunia," kata Xi, menurut laporan CCTV.

Bulan lalu, Biden berjanji untuk menekan China untuk jawaban atas asal mula pandemi yang kini telah menewaskan sekitar 4,8 juta orang di seluruh dunia. Badan-badan intelijen AS mengatakan mereka dapat membuktikan secara meyakinkan apakah virus itu muncul dari laboratorium penelitian China di Wuhan.

Beijing telah berulang kali membantah tuduhan AS bahwa mereka tidak bekerja sama dengan penyelidikan sumber pandemi.

Baca Juga: Pendonor Plasma Konvalesen Menurun Drastis, PMI DIY Akui Kesulitan Pasca PPKM