3.000 Orang Positif Covid-19 Keluyuran ke Mal, Pakar Minta Pemerintah Lakukan 7 Hal Ini

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 14 September 2021 | 13:46 WIB
3.000 Orang Positif Covid-19 Keluyuran ke Mal, Pakar Minta Pemerintah Lakukan 7 Hal Ini
Seorang pengunjung memindai kode batang dari aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Mall Tangerang City, Kota Tangerang, Banten, Senin (13/9/2021). [Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry]

Suara.com - Pakar kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengkritisi ditemukannya 3.839 kasus positif Covid-19 saat akan memasuki mall atau pusat perbelanjaan.

Seperti diketahui hasil pelacakan aplikasi PeduliLindungi berhasil bikin heboh. Aplikasi tersebut berhasil mendeteksi 3.839 orang terkonfirmasi positif Covid-19, keluyuran dan beraktivitas di sejumlah fasilitas umum.

"Kita bisa lihat surprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid tapi masih jalan-jalan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin  dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin, 13 September 2021.

PeduliLindungi sendiri memiliki kemampuan untuk memantau mobilitas masyarakat yang terpapar Covid-19. Sudah ada 29 juta orang yang registrasi di aplikasi tersebut.

Seorang pengunjung memindai kode batang dari aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Mall Tangerang City, Kota Tangerang, Banten, Senin (13/9/2021). [Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry]
Seorang pengunjung memindai kode batang dari aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Mall Tangerang City, Kota Tangerang, Banten, Senin (13/9/2021). [Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry]

Fenomena ini menurut Prof. Tjandra sangatlah berbahaya, karena mengartikan banyak orang yang positif Covid-19 berkeliaran atau masih jalan-jalan.

"3000-an mau masuk mall dan lain-lain, tentu menjadi sangat berbahaya karena dapat menjadi sumber penularan," ujar Prof. Tjandra yang juga sebagai Guru Besar FKUI, melalui keteranganya, Selasa (14/9/2021)

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan mantan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI itu menerangkan, setidaknya ada 7 langkah yang harus dilakukan pemerintah, untuk mendeteksi mobilitas kasus positif Covid-19 melalui sistem berdasarkan NIK (nomor induk kependudukan), sebagai berikut:

1. Begitu hasil test positif maka sistem baiknya diatur agar bisa langsung menghubungi Puskesmas di wilayah pasien tinggal, dan Puskesmas lalu menghubungi pasien untuk melakukan isolasi.

2. Sistem juga dapat menghubungi lurah atau kepala dewa setempat untuk ditindaklanjuti.

3. Kalau ada hasil positif keluar, sebaiknya diberi keterangan atau jika perlu dengan kotak berwarna merah. Misalnya berisi anjuran untuk isolasi, dan ditulis bahwa isolasi perlu untuk keselamatan keluarga dan kerabat.

Jangan semata-mata ditulis seperti 'Sesuai aturan atau instruksi dan lain-lain,'. Tapi baik ditulis semacam 'Demi menjaga kesehatan atau keselamatan keluarga dan kerabat, maka karena hasil positif  maka saudara perlu melakukan isolasi dan seterusnya,'.

Tulisan ini sebaiknya ada di kertas hasil test maupun di berkas elektronik hasil tes Covid-19

4. Lewat sistem, aplikasi PeduliLindungi juga memberi tahu yang positif untuk melakukan isolasi mandiri, beserta pesan-pesan kesehatan yang perlu dilakukan.

5. Lewat sistem juga, aplikasi PeduliLindungi bisa setiap hari memberi reminder atau pengingat kepada mereka yang positif untuk mengingatkan harus isolasi, pengingat diberikan terus menerus diberikan hingga 14 hari isolasi selesai.

 6. Selain itu, akan baik kalau lewat sistem juga bisa diberitahu ke semua kontak terdekat orang yang positif bahwa tanggal sekian, jam sekian, mereka yang berada dalam satu ruangan dengan orang yang positif, sehingga para kontak ini diminta memeriksakan diri.

7. Terakhir, komunikasi risiko harus terus dijalankan. Bersyukur jumlah kasus sudah amat menurun, walaupun Case Fatality Rate masih tinggi, nomor tiga di daftar 20 negara versi John Hopkins University pada 13 September kemarin.

Tapi informasi ke masyarakat harus terus dilakukan, khususnya dalam konteks ini tentang bagaimana menyikapi tes Covid-19 beserta hasilnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 9,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Sebanyak 9,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Jatim | Selasa, 14 September 2021 | 13:38 WIB

Gawat! Kartu Vaksin Palsu Buatan Relawan Tervalidasi di Aplikasi PeduliLindungi

Gawat! Kartu Vaksin Palsu Buatan Relawan Tervalidasi di Aplikasi PeduliLindungi

Jabar | Selasa, 14 September 2021 | 13:37 WIB

Telkom Pastikan Keamanan Data PeduliLindungi sebagai Platform Anak Bangsa

Telkom Pastikan Keamanan Data PeduliLindungi sebagai Platform Anak Bangsa

News | Selasa, 14 September 2021 | 13:32 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB