Studi The Lancet: Booster Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Masih Belum Dibutuhkan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 14 September 2021 | 14:33 WIB
Studi The Lancet: Booster Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Masih Belum Dibutuhkan
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Sejumlah negara kini tengah mulai memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga booster untuk warganya. Indonesia sendiri mulai memberikan vaksin booster untuk tenaga kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia menyerukan moratorium suntikan ketiga di tengah kekhawatiran tentang pasokan vaksin ke negara-negara miskin, di mana jutaan orang belum menerima suntikan pertama mereka.

Tapi, sebuah studi yang diterikan jurnal The Lancet, caksin cukup efektif untuk mencegah kasus Covid-19 yang parah sehingga tidak ada kebutuhan saat ini bagi populasi umum untuk diberikan dosis ketiga,

Laporan baru oleh para ilmuwan, termasuk dari WHO, menyimpulkan bahwa bahkan dengan ancaman varian Delta, "dosis booster untuk populasi umum tidak sesuai pada tahap pandemi ini".

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Para penulis, yang meninjau studi observasional dan uji klinis, menemukan bahwa vaksin tetap sangat efektif melawan gejala Covid-19 yang parah, di semua varian virus utama termasuk Delta, meskipun keberhasilannya lebih rendah dalam mencegah kasus penyakit tanpa gejala.

“Secara keseluruhan, penelitian yang tersedia saat ini tidak memberikan bukti yang kredibel tentang penurunan perlindungan secara substansial terhadap penyakit parah, yang merupakan tujuan utama vaksinasi,” kata penulis utama Ana-Maria Henao-Restrepo, dari WHO.

Dia mengatakan dosis vaksin harus diprioritaskan kepada orang-orang di seluruh dunia yang masih menunggu suntikan.

“Jika vaksin dikerahkan di tempat yang paling baik, mereka dapat mempercepat akhir pandemi dengan menghambat evolusi varian lebih lanjut,” tambahnya.

Negara-negara seperti Prancis telah mulai mendistribusikan suntikan ketiga kepada orang tua dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, sementara Israel telah melangkah lebih jauh, menawarkan anak-anak berusia 12 tahun ke atas dosis ketiga lima bulan setelah menerima suntikan kedua.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah meminta negara-negara untuk menghindari memberikan vaksin Covid-19 tambahan hingga akhir tahun karena badan kesehatan PBB mendesak semua negara untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi mereka pada akhir bulan ini, dan setidaknya 40 persen hingga akhir tahun ini.

Studi Lancet menyimpulkan bahwa varian saat ini belum cukup berkembang untuk menghindari respon imun yang diberikan oleh vaksin yang saat ini digunakan.

Para penulis berpendapat bahwa jika mutasi virus baru muncul yang mampu menghindari respons ini, akan lebih baik untuk memberikan booster vaksin yang dimodifikasi secara khusus yang ditujukan untuk varian yang lebih baru, daripada dosis ketiga dari vaksin yang ada.

Mengomentari studi Azra Ghani, Ketua Epidemiologi Penyakit Menular, di Imperial College London, menggambarkannya sebagai "tinjauan yang sangat menyeluruh" dari penelitian saat ini.

Tetapi dia mengatakan bahwa meski pengurangan kemanjuran vaksin terhadap varian seperti Delta mungkin kecil, ketika dipertimbangkan di seluruh populasi, hal itu masih dapat menyebabkan “peningkatan substansial” pada orang yang membutuhkan rawat inap.

“Bahkan di negara-negara paling maju, perbedaan kecil ini dapat memberikan tekanan yang parah pada sistem kesehatan,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada Science Media Center, seraya menambahkan tidak ada pendekatan “satu ukuran untuk semua” untuk vaksin penguat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Jelaskan Cara Kerja Vaksin Covid-19 untuk Cegah Kematian

Ahli Jelaskan Cara Kerja Vaksin Covid-19 untuk Cegah Kematian

Health | Selasa, 14 September 2021 | 14:09 WIB

Sebanyak 9,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Sebanyak 9,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Jatim | Selasa, 14 September 2021 | 13:38 WIB

Tiga Vaksin Covid-19 Tiba di Bandara Kualanamu

Tiga Vaksin Covid-19 Tiba di Bandara Kualanamu

Sumut | Selasa, 14 September 2021 | 13:16 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB