Kemenkes Ungkap Skema Vaksin Dosis Ketiga Booster, Benarkah Berbayar?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 16 September 2021 | 11:25 WIB
Kemenkes Ungkap Skema Vaksin Dosis Ketiga Booster, Benarkah Berbayar?
Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ungkap alasan adanya wacana vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster di 2022 mendatang.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksin booster diproyeksikan dalam dana anggaran 2022.

"Wacana dosis ketiga itu dipersiapkan di tahun 2022, karena itu siklus penganggaran daripada pemerintah. Setiap Desember pemerintah sudah harus punya anggaran yang pasti, yang akan mereka biayai atau dikerjakan di tahun 2022," ujar Nadia dalam konferensi pers, Rabu (15/9/2021).

Meski begitu, Nadia sangat paham kebijakan ini masih ada pro dan kontra. Namun ia menegaskan keputusan Kemenkes terkait vaksin booster ini masih sangat dinamis atau bisa berubah sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.

Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

"Ini tentunya kami tahu ada pro dan kontra, sifatnya kebijakan masih sangat dinamis," jelas Nadia.

Wacana vaksin booster yang rencananya menggunakan dana anggaran dana 2022 ini, kata Nadia, tidak akan menganggu fokus pemerintah penuhi target vaksinasi 208 juta penduduk Indonesia dosis 1 dan dosis 2 hingga akhir 2021 mendatang.

208 juta orang adalah jumlah target minimal 70 persen penduduk Indonesia yang divaksinasi, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap Covid-19.

"Kalau sampai saat ini tidak ada mekanisme berbayar untuk vaksinasi. Pandemi di kita enggak akan selesai kalau belum 208 juta orang mendapatkan vaksinasi," imbuh Nadia.

Sehingga ia menyimpulkan, akan percuma jika hanya satu orang mendapat vaksin booster, tapi target jumlah penduduk yang divaksinasi belum dipenuhi, lantaran bisa memicu lahirnya mutasi varian virus corona baru.

baca juga

"Kita sendiri yang kuat dapat 4 sampai 5 kali vaksin, tetap tidak akan menurunkan risiko untuk tidak tertular kalau banyakan orang di sekitar kita yang masih menjadi pembawa virus," pungkas Nadia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei: 70 Persen Masyarakat yang Belum Divaksin Covid-19 Merasa Tidak Butuh

Survei: 70 Persen Masyarakat yang Belum Divaksin Covid-19 Merasa Tidak Butuh

Health | Kamis, 16 September 2021 | 09:32 WIB

EMA Sebut Suntikan Penguat Vaksin Covid-19 Bisa Picu Hipoestesia

EMA Sebut Suntikan Penguat Vaksin Covid-19 Bisa Picu Hipoestesia

Health | Kamis, 16 September 2021 | 09:04 WIB

Kemenkes Ungkap Alasan Tingkat Vaksinasi Covid-19 di Aceh Rendah

Kemenkes Ungkap Alasan Tingkat Vaksinasi Covid-19 di Aceh Rendah

Health | Kamis, 16 September 2021 | 08:41 WIB

Terkini

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

×