Jika Punya Sepupu Kena Kanker Usus Besar, Risiko Anda Bisa Meningkat

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 16 September 2021 | 13:00 WIB
Jika Punya Sepupu Kena Kanker Usus Besar, Risiko Anda Bisa Meningkat
ilustrasi keluarga besar. (Pexels/Askar Abayev)

Suara.com - Studi menunjukkan bahwa risiko kanker usus besar bisa menurun dari keluarga. Bukan hanya dari orangtua dan saudara kandung, namun bisa dari sepupu atau kakek dan nenek. 

Melansir dari Medicinenet, jika Anda memiliki kerabat tingkat kedua atau ketiga yang menderita kanker usus besar pada usia dini, kemungkinan Anda memiliki risiko penyakit tersebut. 

Kerabat tingkat pertama termasuk orang tua, anak-anak dan saudara kandung. Kerabat tingkat dua termasuk bibi, paman, kakek-nenek, cucu, dan keponakan. Kerabat tingkat ketiga termasuk sepupu pertama, buyut dan cicit.

"Studi kami memberikan wawasan baru tentang besarnya risiko untuk kerabat yang lebih jauh dari kasus kanker kolorektal," kata peneliti Heather Ochs-Balcom, seorang profesor epidemiologi dan lingkungan. kesehatan dengan Universitas di Buffalo (NY) School of Public Health and Health Professions.

"Pekerjaan ini penting mengingat meningkatnya tingkat kanker kolorektal onset dini," katanya dalam rilis berita universitas. 

Para peneliti dari University at Buffalo dan University of Utah menyebut kanker usus besar sebagai kasus yang didiagnosis sebelum usia 50 tahun.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)


Kerabat tingkat pertama dari seseorang yang didiagnosis dengan kanker usus besar awal enam kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker usus besar sebelum usia 50 tahun. Kerabat tingkat dua tiga kali lebih mungkin, dan kerabat tingkat tiga sekitar 1,5 kali lebih mungkin terkena kanker ini. 

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Cancer Epidemiology meninjau lebih dari 1.500 kasus awal kanker usus besar di Utah Cancer Registry.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang memiliki risiko 2,6 kali lipat lebih tinggi terkena kanker usus besar pada usia berapapun jika mereka memiliki kerabat tingkat pertama dengan kanker usus besar onset dini. Risikonya sekitar dua kali lebih besar untuk kerabat tingkat dua dan 1,3 kali lebih besar untuk kerabat tingkat tiga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yuk Mulai Konsumsi Makanan Berserat untuk Cegah Kanker Usus Besar

Yuk Mulai Konsumsi Makanan Berserat untuk Cegah Kanker Usus Besar

Lampung | Kamis, 09 September 2021 | 19:10 WIB

Studi Ungkap Pemakaian Antibiotik Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Studi Ungkap Pemakaian Antibiotik Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Health | Rabu, 08 September 2021 | 13:06 WIB

Doyan Makan Makanan Tinggi Lemak dan Kolesterol, Risiko Pria Kena Kanker Prostat Naik

Doyan Makan Makanan Tinggi Lemak dan Kolesterol, Risiko Pria Kena Kanker Prostat Naik

Health | Selasa, 07 September 2021 | 17:57 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB