India Dilanda Wabah Demam Berdarah dan Berita Terpopuler lainnya

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 19 September 2021 | 20:58 WIB
India Dilanda Wabah Demam Berdarah dan Berita Terpopuler lainnya
Demam berdarah India. (Dok: DNA)

Suara.com - Belum juga reda kasus Covid-19 di India, kini kasus demam berdarah meningkat. Bahkan, sebanyak 300 orang dilarikan ke rumah sakit karena penyakit

Sementara itu, sebanyak 1,1 juta vaksin Pfizer tiba di Indonesia. Ini menambah jumlah vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.

1. Covid-19 Belum Reda, Kini 300 Orang di India Masuk Rumah Sakit Karena Demam Berdarah

Demam berdarah India. (Dok: DNA)
Demam berdarah India. (Dok: DNA)

Hanya beberapa bulan setelah kasus Covid-19 di Uttar Pradesh mereda, kini kasus demam berdarah ngamuk di negara bagian itu. Kondisi tersebut telah menimbulkan kekacauan dan histeria di masyarakat.

Di tengah meningkatnya kasus, Uttar Pradesh telah menjadi negara bagian yang paling parah dilanda wabah demam berdarah di India.

Baca selengkapnya

2. Kabar Baik, 1,1 Juta Vaksin Pfizer Datang Lagi ke Indonesia

Vaksin Pfizer donasi dari pemerintah Amerika Serikat melalui COVAX Facility yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (19/9/2021) siang. [ist]
Vaksin Pfizer donasi dari pemerintah Amerika Serikat melalui COVAX Facility yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (19/9/2021) siang. [ist]

Indonesia kembali kedatangan stok vaksin Covid-19. Sore ini, sebanyak lebih dari 1,1 juta dosis vaksin Pfizer pengiriman tahap ketiga dari Pemerintah Amerika Serikat telah tiba di Tanah Air. 

Dikutip dari ANTARA, vaksin Pfizer dengan jumlah 1.140.750 dosis dalam bentuk dose-sharing mecanism itu merupakan pengiriman ketiga. Sebelumnya 877.500 dosis pada 16 September dan 1.755.000 dosis 17 September 2021 yang merupakan donasi dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui COVAX Facility.

baca juga

Baca selengkapnya

3. Penelitian: Menyaksikan Saudara Mengalami Kekerasan di Rumah Bisa Picu Masalah Mental

Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Hanya menyaksikan saudara kandung mengalami kekerasan dari orangtua, bisa memicu trauma yang sama dengan korban. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari University of New Hampshire.

Melansir dari Healthshots, menyaksikan kekerasan di rumah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan kemarahan. Temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Child Abuse and Neglect.

Baca selengkapnya

4. Virus Corona Merajalela Lagi, China Perketat Lagi Pembatasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gampang! Begini Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi

Gampang! Begini Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi

Sumbar | Sabtu, 18 September 2021 | 12:59 WIB

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Aceh Tak Kunjung Surut Meski Pandemi Covid-19

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Aceh Tak Kunjung Surut Meski Pandemi Covid-19

Sumut | Sabtu, 18 September 2021 | 12:36 WIB

Layanan Tes PCR COVID-19 Standar Internasional di Surabaya, Mampu Deteksi Varian Baru

Layanan Tes PCR COVID-19 Standar Internasional di Surabaya, Mampu Deteksi Varian Baru

Jatim | Sabtu, 18 September 2021 | 11:52 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×