alexametrics

Update Covid-19 Dunia Hari Ini: Kasus Masih Melonjak, Filipina Kekurangan Tenaga Kesehatan

Ririn Indriani | Lilis Varwati
Update Covid-19 Dunia Hari Ini: Kasus Masih Melonjak, Filipina Kekurangan Tenaga Kesehatan
Ilustrasi wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Di wilayah Asia Tenggara, lonjakan terparah kini tengah dialami Filipina yang melaporkan kasus baru telah lebih dari 23 ribu dalam sehari.

Suara.com - Kabar terbaru terkait pandemi Covid-19 di dunia hingga hari ini, Minggu, 19 September 2021, terdapat penambahan kasus positif selama 24 jam terakhir sebanyak 371.968 kasus.

Dalam waktu yang sama, angka kematian juga bertambah 5.657 jiwa.

Data pada situs Worldometers menunjukkan, per Minggu (19/9) pukul 07.00 WIB, kasus terkonfirmasi Covid-19 di dunia telah lebih dari 228,75 juta dengan kematian 4,69 juta jiwa.

Sementara itu, sejak awal virus Corona mewabah, kasus yang sudah dinyatakan sembuh ada sebanyak 205,38 juta, sehingga saat ini tersisa 18,67 juta orang masih positif Covid-19 di seluruh dunia, sebanyak 100.059 pasien di antaranya dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Vaksin Sputnik Light Dapatkan Persetujuan Uji Coba Fase III, Apa Kelebihannya?

Meski secara rata-rata global, tidak ada negara yang melaporkan kasus positif baru di atas 45 ribu.

Amerika Serikat masih menjadi negara yang melaporkan infeksi baru terbanyak dengan jumlah 44.128 kasus, sedangkan kematian harian terbanyak terjadi di Rusia yang melaporkan 799 orang meninggal akibat Covid-19 dalam sehari kemarin.

Meski demikian, lonjakan kasus positif masih terjadi di sejumlah negara.

Di wilayah Asia Tenggara, lonjakan terparah kini tengah dialami Filipina yang melaporkan kasus baru telah lebih dari 23 ribu dalam sehari.

Negara itu juga saat ini juga mengalami kekurangan tenaga kesehatan secara drastis akibat banyak yang terinfeksi virus Corona maupun mengundurkan diri.

Baca Juga: Berita Kesehatan Populer: Pasangan Antivaksin Meninggal Covid-19, Camilan untuk Jantung

Filipina mengalami rekor peningkatan infeksi akibat paparan varian Delta.

Departemen kesehatan setempat melaporkan bahwa Filipina kekurangan perawatan lebih dari 100 ribu orang.

Akibatnya, tenaga kesehatan yang masih bisa bekerja harus berjaga selama berjam-jam dengan gaji kecil.

"Mereka lelah dan kelelahan. Pada awal pandemi, kami memiliki hampir 200 perawat. Pada September ini berkurang menjadi 63," kata direktur keperawatan Pusat Medis Lipa Medix, Lourdes Banaga, dikutip dari Channel News Asia.

Angka resmi menunjukkan bahwa 75.000 perawat bekerja di rumah sakit umum dan swasta Filipina. Akan tetapi masih dibutuhkan sekitar 109.000 perawat lagi.

Ketua Persatuan Perawat di Filipina Maristela Abenojar mengatakan bahwa pandemi memperparah kondisi kekurangan tenaga kesehatan di negara itu.

Filipina juga memang dikenal sebagai salah satu negara pengekspor tenaga kesehatan terbesar di dunia.

"Kekurangan staf kronis adalah karena gaji yang tidak memadai," katanya.

Sejak terjadi lonjakan kasus pada beberapa bulan lalu, banyak rumah sakit sebenarnya telah meningkatkan kapasitas tempat tidur.

Data resmi menunjukkan tingkat hunian bangsal virus corona dan tempat tidur ICU lebih dari 70 persen secara nasional karena kasus harian sering melebihi 20 ribu.

Total Covid-19 di Filipina saat ini telah mencapai 2,34 juta kasus, terbanyak kedua setelah Indonesia. Sementara angka kematiannya tercatat 36.583 jiwa.

Komentar