alexametrics

Begini Saran Psikolog Untuk Salurkan Emosi Saat Marah

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Begini Saran Psikolog Untuk Salurkan Emosi Saat Marah
Ilustrasi marah. [Freepik]

Sementara itu, penyaluran emosi yang salah juga terjadi pada orang yang melakukan self harm, atau yang disebut dengan menyakiti diri sendiri.

Suara.com - Emosi seperti marah adalah hal yang wajar dirasakan setiap orang. Tetapi jika tidak dikelola secara benar, dampaknya bisa berlebihan. Bukan tidak mungkin, seseorang akan melakukan hal-hal di luar batas.

“Ada yang namanya Temper Tantrums, biasanya ketika seseorang marah mereka merasa tidak diperhatiin sama orang terdekat. Dan akhirnya dia menyalurkannya lewat mogok makan dan teriak-teriak,” ujar Peer Counselor Psikologi & Mental Health Creator Niswah A. Yaqub, dalam acara Seni Mengelola Emosi, Minggu (19/9/2021).

Sementara itu, penyaluran emosi yang salah juga terjadi pada orang yang melakukan self harm, atau yang disebut dengan menyakiti diri sendiri. Menurut Niswah, Self Harm terjadi ketika seseorang tidak tahu harus melakukan apa dari rasa sedihnya. Sehingga cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyilet dirinya sendiri.

ilustrasi perempuan marah, kesal
ilustrasi perempuan marah, kesal

“Kenapa seseorang memilih menyilet badannya? Kadang ada orang yang sudah sakit hatinya, bahkan tidak bisa melakukan apa-apa ketika sedih, akhirnya memilih menyilet sebagai bentuk rasa sakitnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Viral Cowok Pamer Isi Bensin Mobil Rp 9 Juta Dibayar Tunai, Warganet Naik Darah

“Ketika dia nyilet, itu bakalan terasa sakit banget. Jadi emosinya nyambung sama perasaan sakitnya. Dan setiap melakukan itu, itu mewakili emosinya,” ungkap Niswah.

Bila penyaluran emosi sudah salah dan berujung menyakiti diri sendiri, penyaluran emosi lain bisa terjadi pada bunuh diri. Dia melanjutkan, jika bertemu orang yang memiliki emosi bermasalah dan menyakiti diri sendiri, perlu adanya empati dan mau jadi pendengar.

“Kalau kita sebagai temen, kita perlu temenin. Tidak perlu kasih solusi, karena orang itu tidak mau dikasih solusi selain didengerin,” saran Niswah.

Tetapi, bila seseorang tidak mau cerita tentang emosi negatifnya, ia menyarankan untuk tidak memaksa untuk bercerita. Tentu ada saran lain yang bisa dilakukan, yakni menjadi teman yang selalu ada.  

“Yang penting kita ada aja, temenin dia. Mungkin nggak bisa ya dalam satu hari ditemenin bakalan sembuh. Tapi yang penting itu kehadiran kita aja, itu sudah cukup,” pungkasnya. 

Baca Juga: Rizky Billar: Orang yang Bisa Berpikir Bisa Nangkep Apa yang Saya Maksud

Komentar