alexametrics

Studi: Virus Corona Covid-19 Lebih Mudah Menular Lewat Udara

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Studi: Virus Corona Covid-19 Lebih Mudah Menular Lewat Udara
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Sebuah studi mengklaim virus corona Covid-19 sekarang lebih mudah menular dan berkembang melalui udara.

Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya menular, tetapi juga sulit diprediksi. Setelah munculnya varian baru virus corona Covid-19, virus ini diduga mampu menghindari kekebalan yang terbentuk oleh vaksin Covid-19 dan berisiko menimbulkan masalah besar.

Varian baru virus corona ini akan terus muncul, karena virus corona Covid-19 yang terus bermutasi dan berevolusi dari waktu ke waktu. Sehingga, lebih baik dalam penyebarkan penyakitnya ke setiap orang.

Sedangkan, kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 meningkatkan peluang Anda tertular virus tersebut. Menurut penelitian, virus corona Covid-19 juga bisa menyebar melalui aerosol atau udara.

Jika suatu penyakit bisa ditularkan melalui udara, artinya virus atau bakteri itu bisa bertahan hidup dalam tetesan aerosol yang kita keluarkan ketika berbicara, batuk atau bersin.

Baca Juga: Studi: Pria Lebih Berisiko Alami Infeksi Virus Corona Parah Meski Sudah Vaksinasi

Tetesan aerosol ini akan membawa virus yang bisa menginfeksi orang-orang dengan kontak dekat dan menyentuh partikel aerosol yang sama.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan penyakit melalui udara adalah penyebaran agen infeksi yang disebabkan oleh penyebaran aerosol yang tetap menular ketika tersuspensi di udara dalam jarak dan waktu yang jauh.

Meskipun banyak penelitian yang menunjukkan virus corona Covid-19 bisa menyebar melalui udara. Tapi, belum ada bukti yang konklusif untuk menunjukkan hal tersebut.

Terlebih, virus corona Covid-19 juga terus berubah dan bermutasi menjadi beberapa varian lain, seperti varian Delta dan Alpha. Para ilmuwan pervcaya bahwa dinamika mungkin telah berubah dan virus menjadi lebih efisien menularkan penyakitnya melalui udara.

Studi baru yang dipimpin oleh tim peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Maryland menemukan orang yang terinfeksi varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris itu mengeluarkan 43 hingga 100 kali lebih banyak virus ke udara daripada orang yang terinfeksi virus corona aslinya.

Baca Juga: Sakit Tenggorokan Akibat Virus Corona vs Flu Biasa, Ini Cara Membedakannya!

Rupanya dilansir dari Times of India, varian virus corona yang bermunculan ini meningkatkan tingkat viral load atau kandungan virus dalam tubuh orang yang terinfeksi.

Studi baru-baru ini juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian Alpha bisa melepaskan potongan virus lebih besar atau 18 kali lebih banyak di udara.

"Kami sudah tahu bahwa virus dalam air liur dan usapan hidung meningkat pada kasus infeksi varian Alpha. Virus dari hidung dan mulut bisa ditularkan melalui semprotan tetesan besar di dekat orang yang terinfeksi," kata Jianyu Lai, salah satu penulis utama.

Komentar