alexametrics

Survei: Masyarakat Lebih Puas Ikut Vaksinasi Covid-19 di Faslitas Punya Swasta , Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Survei: Masyarakat Lebih Puas Ikut Vaksinasi Covid-19 di Faslitas Punya Swasta , Kenapa?
Pekerja sektor wisata di DIY menerima vaksin di Sentra Vaksinasi COVID-19 Traveloka. (Dok. Traveloka)

Fasilitas vaksinasi Covid-19 non pemerintah itu di antaranya di tempat kerja, rumah sakit, atau sentra vaksinasi non-pemerintah dan klinik swasta.

Suara.com - Dibanding melakukan vaksinasi Covid-19 di fasilitas milik pemerintah, ternyata warga lebih puas menjalani vaksinasi di fasilitas non pemerintah.

Fakta ini terungkap melalui hasil survei terbaru yang dilakukan Change.org Indonesia, Kawal Covid-19, dan Katadata Insight Center terhadap 6.299 responden periode 6 hingga 21 Agustus 2021, lewat survei online.

Fasilitas vaksinasi Covid-19 non pemerintah itu di antaranya di tempat kerja, rumah sakit, atau sentra vaksinasi non-pemerintah dan klinik swasta. Kepuasan cenderung lebih tinggi dan di atas rerata seluruh kegiatan vaksinasi yang sebesar 87,2 persen.

Adapun kepuasan tertinggi saat responden divaksinasi di perusahaan tempatnya bekerja yakni 94,4 persen, di rumah sakit sebesar 90,9 persen, di sentra vaksinasi non pemerintah tingkat kepuasan 90,6 persen, dan klinik swasta 89,2 persen.

Baca Juga: Kabar Baik, Indonesia Kembali Terima 684.900 Dosis Vaksin AstraZeneca

Ribuan warga Makassar terlihat antre hingga berdesak-desakan di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Kamis 26 Agustus 2021. [SuaraSulsel.id / Instagram Makassar_Info]
Ribuan warga Makassar terlihat antre hingga berdesak-desakan di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Kamis 26 Agustus 2021. [SuaraSulsel.id / Instagram Makassar_Info]

Sedangkan sentra vaksinasi milik pemerintah, seperti di puskesmas tingkat kepuasan hanya 85,0 persen dan sentra vaksinasi yang diadakan pemerintah daerah atau pusat hanya 83,9 persen.

Perolehan kepuasan sentra vaksinasi milik pemerintah ini di bawah rerata kepuasan secara umum. Diungkap Head of Katadata Insight Center (KIC), Adek Media Roza mengatakan ada berbagai alasan responden yang tidak puas.

"Alasan yang disebut adalah terlalu ramai dan antrian panjang 58,5 persen, penjagaan jarak tidak ketat ketika mengantri 45,5 persen dan proses pelayanan vaksinasi tidak teratur 36,9 persen, dan petugas yang kurang informatif 32,4 persen," ujar Adek dalam acara webinar, Rabu (22/9/2021).

Uniknya, di saat banyak orang mengeluhkan masalah sertifikat vaksin, nyatanya hal tersebut bukan menjadi alasan ketidakpuasan vaksinasi Covid-19. Meskipun diakui, ada 12,3 persen atau 102 responden yang mengeluhkan masalah tersebut.

Baca Juga: Amankah Suntik Vaksin Covid-19 dan Vaksin Flu Bersamaan? Ini Kata Ahli!

Komentar