Survei: Masyarakat Lebih Puas Ikut Vaksinasi Covid-19 di Faslitas Punya Swasta , Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 22 September 2021 | 18:25 WIB
Survei: Masyarakat Lebih Puas Ikut Vaksinasi Covid-19 di Faslitas Punya Swasta , Kenapa?
Pekerja sektor wisata di DIY menerima vaksin di Sentra Vaksinasi COVID-19 Traveloka. (Dok. Traveloka)

Suara.com - Dibanding melakukan vaksinasi Covid-19 di fasilitas milik pemerintah, ternyata warga lebih puas menjalani vaksinasi di fasilitas non pemerintah.

Fakta ini terungkap melalui hasil survei terbaru yang dilakukan Change.org Indonesia, Kawal Covid-19, dan Katadata Insight Center terhadap 6.299 responden periode 6 hingga 21 Agustus 2021, lewat survei online.

Fasilitas vaksinasi Covid-19 non pemerintah itu di antaranya di tempat kerja, rumah sakit, atau sentra vaksinasi non-pemerintah dan klinik swasta. Kepuasan cenderung lebih tinggi dan di atas rerata seluruh kegiatan vaksinasi yang sebesar 87,2 persen.

Adapun kepuasan tertinggi saat responden divaksinasi di perusahaan tempatnya bekerja yakni 94,4 persen, di rumah sakit sebesar 90,9 persen, di sentra vaksinasi non pemerintah tingkat kepuasan 90,6 persen, dan klinik swasta 89,2 persen.

Ribuan warga Makassar terlihat antre hingga berdesak-desakan di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Kamis 26 Agustus 2021. [SuaraSulsel.id / Instagram Makassar_Info]
Ribuan warga Makassar terlihat antre hingga berdesak-desakan di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Kamis 26 Agustus 2021. [SuaraSulsel.id / Instagram Makassar_Info]

Sedangkan sentra vaksinasi milik pemerintah, seperti di puskesmas tingkat kepuasan hanya 85,0 persen dan sentra vaksinasi yang diadakan pemerintah daerah atau pusat hanya 83,9 persen.

Perolehan kepuasan sentra vaksinasi milik pemerintah ini di bawah rerata kepuasan secara umum. Diungkap Head of Katadata Insight Center (KIC), Adek Media Roza mengatakan ada berbagai alasan responden yang tidak puas.

"Alasan yang disebut adalah terlalu ramai dan antrian panjang 58,5 persen, penjagaan jarak tidak ketat ketika mengantri 45,5 persen dan proses pelayanan vaksinasi tidak teratur 36,9 persen, dan petugas yang kurang informatif 32,4 persen," ujar Adek dalam acara webinar, Rabu (22/9/2021).

Uniknya, di saat banyak orang mengeluhkan masalah sertifikat vaksin, nyatanya hal tersebut bukan menjadi alasan ketidakpuasan vaksinasi Covid-19. Meskipun diakui, ada 12,3 persen atau 102 responden yang mengeluhkan masalah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Cimahi Bakal Datangi Rumah Warganya yang Belum Vaksinasi COVID-19

Pemkot Cimahi Bakal Datangi Rumah Warganya yang Belum Vaksinasi COVID-19

Jabar | Rabu, 22 September 2021 | 17:02 WIB

Kabar Baik, Indonesia Kedatangan Lagi Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca

Kabar Baik, Indonesia Kedatangan Lagi Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca

Health | Rabu, 22 September 2021 | 16:52 WIB

51 Ribu Warga Aceh Tamiang Telah Divaksin Covid-19

51 Ribu Warga Aceh Tamiang Telah Divaksin Covid-19

Sumut | Rabu, 22 September 2021 | 16:35 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB