alexametrics

Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Terbukti Picu Gangguan Pendengaran!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Terbukti Picu Gangguan Pendengaran!
Ilustrasi Telinga, gangguan pendengaran (Unsplash/Taisiia Shestopal)

Peneliti menemukan bukti bahwa virus corona Covid-19 bisa memicu gangguan pendengaran.

Suara.com - Efek pandemi virus corona Covid-19 cukup besar pada kesehatan fisik dan mental. Virus corona Covid-19 pun telah dikaitkan dengan beberapa komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan paru-paru, jantung hingga gangguan neurologis.

Selain itu dilansir dari Times of India, virus corona Covid-19 juga menyebabkan sejumlah gangguan lain, seperti gangguan pendengaran.

Menurut International Journal of Audiology, 7 hingga 15 persen orang dewasa yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami gejala audio-vestibular. Gejala yang paling umum dialami mereka adalah tinnitus dan telinga berdenging yang diikuti gangguan pendengaran dan vertigo.

Para ilmuwan di University of Manchester dan NIHR Manchester Biomedical Research Center (BRC) telah melakukan tinjauan sistematis untuk mengungkapkan masalah pendengaran dan gangguan pendengaran terkait dengan infeksi virus corona Covid-19.

Baca Juga: Bukti Baru: Virus Corona Ternyata Bukan Berasal dari Kebocoran Laboratorium

Dalam studi lain, para ilmuwan di Manchester Center for Audiology and Deafness (ManCAD) meninjau 7 studi yang menunjukkan hubungan antara pendengaran dan keseimbangan atau masalah audiovestibular dan infeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19, gangguan pendengaran (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, gangguan pendengaran (Pixabay/Coyot)

Penelitian terbaru oleh para peneliti dari Royal National Throat Nose and Ear Hospital dan University College London di Inggris, menemukan adanya bukti bahwa virus corona Covid-19 lebih mempengaruhi pendengaran beberapa pasien.

Tinnitus

Tinnitus adalah suatu kondisi yang mempengaruhi hampir 17 persen dari semua orang dewasa. Kebanyakan orang yang didiagnosis tinnitus menderita gangguan pendengaran yang menunjukkan adanya hubungan erat antara keduanya.

Penelitian menyebutkan bahwa tinnitus merupakan salah satu gejala Long Covid-19 yang paling umum dan bisa berlangsung berbulan-bulan setelah infeksi virus corona Covid-19.

Baca Juga: Virus Corona Memengaruhi Otak, Inilah Alasan Penyintas Covid-19 Jadi Lebih Lambat Berpikir

Pemicu tinnitus dari faktor psikologis atau emosional, termasuk kualitas tidur yang buruk, kesepian, depresi dan kecemasan yang lebih buruk Akibat pandemi virus corona Covid-19.

Semua faktor itu berperan penting dalam memperburuk tinnitus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gejala pasien dengan tinnitus yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih buruk selama pandemi virus corona Covid-19, terlepas dari mereka terinfeksi atau tidak.

Gangguan Pendengaran dan Pusing

Ada banyak pula laporan kasus gangguan pendengaran mendadak di satu telinga yang sering disertai dengan tinnitus. Setiap tahun, gangguan pendengaran yang tidak terduga terjadi pada sekitar 20 orang dari 100.000 orang.

Kondisi ini diobati dengan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di telinga bagian dalam. Namun, pengobatan cenderung berhasil jika segera dimulai setelah terjadi gangguan pendengaran.

Karena, telinga bagian dalam bertanggung jawab atas keseimbangan dan pendengaran. Jika saraf dan jaringan di bagian telinga ini rusak, kondisi ini bisa menyebabkan vertigo dan masalah pendengaran.

Selain itu, antibodi yang diproduksi tubuh menyerang antigen atau virus corona Covid-19 pada area THT dan bisa merusak saraf koklea.

Gejala virus corona Covid-19 lain yang sering dilaporkan adalah pusing. Kondisi ini seringkali membuat seseorang sulit membedakannya dengan vertigo yang terjadi karena kerusakan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.

Tapi, vertigo diperkirakan terjadi pada sekitar 11 persen kasus virus corona Covid-19. Umumnya, seseorang akan merasa seperti kehilangan keseimbangan, berputar dan ingin muntah serta mual akut.

Pusing dan vertigo juga bisa terjadi jika ada peradangan pada saraf vestibular, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi ke otak tentang koordinasi dan keseimbangan.

Karena virus corona Covid-19 nampaknya akan bertahan cukup lama, maka kita harus mewaspadai setiap gejalanya. Khususnya, dampak negatif virus corona pada gangguan pendengaran dari waktu ke waktu. Bila Anda merasa ada sedikit masalah pada pendengaran, lebih baik konsultasikan dengan dokter.

Komentar