Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Terbukti Picu Gangguan Pendengaran!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 27 September 2021 | 08:38 WIB
Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Terbukti Picu Gangguan Pendengaran!
Ilustrasi Telinga, gangguan pendengaran (Unsplash/Taisiia Shestopal)

Suara.com - Efek pandemi virus corona Covid-19 cukup besar pada kesehatan fisik dan mental. Virus corona Covid-19 pun telah dikaitkan dengan beberapa komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan paru-paru, jantung hingga gangguan neurologis.

Selain itu dilansir dari Times of India, virus corona Covid-19 juga menyebabkan sejumlah gangguan lain, seperti gangguan pendengaran.

Menurut International Journal of Audiology, 7 hingga 15 persen orang dewasa yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami gejala audio-vestibular. Gejala yang paling umum dialami mereka adalah tinnitus dan telinga berdenging yang diikuti gangguan pendengaran dan vertigo.

Para ilmuwan di University of Manchester dan NIHR Manchester Biomedical Research Center (BRC) telah melakukan tinjauan sistematis untuk mengungkapkan masalah pendengaran dan gangguan pendengaran terkait dengan infeksi virus corona Covid-19.

Dalam studi lain, para ilmuwan di Manchester Center for Audiology and Deafness (ManCAD) meninjau 7 studi yang menunjukkan hubungan antara pendengaran dan keseimbangan atau masalah audiovestibular dan infeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19, gangguan pendengaran (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, gangguan pendengaran (Pixabay/Coyot)

Penelitian terbaru oleh para peneliti dari Royal National Throat Nose and Ear Hospital dan University College London di Inggris, menemukan adanya bukti bahwa virus corona Covid-19 lebih mempengaruhi pendengaran beberapa pasien.

Tinnitus

Tinnitus adalah suatu kondisi yang mempengaruhi hampir 17 persen dari semua orang dewasa. Kebanyakan orang yang didiagnosis tinnitus menderita gangguan pendengaran yang menunjukkan adanya hubungan erat antara keduanya.

Penelitian menyebutkan bahwa tinnitus merupakan salah satu gejala Long Covid-19 yang paling umum dan bisa berlangsung berbulan-bulan setelah infeksi virus corona Covid-19.

baca juga

Pemicu tinnitus dari faktor psikologis atau emosional, termasuk kualitas tidur yang buruk, kesepian, depresi dan kecemasan yang lebih buruk Akibat pandemi virus corona Covid-19.

Semua faktor itu berperan penting dalam memperburuk tinnitus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gejala pasien dengan tinnitus yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih buruk selama pandemi virus corona Covid-19, terlepas dari mereka terinfeksi atau tidak.

Gangguan Pendengaran dan Pusing

Ada banyak pula laporan kasus gangguan pendengaran mendadak di satu telinga yang sering disertai dengan tinnitus. Setiap tahun, gangguan pendengaran yang tidak terduga terjadi pada sekitar 20 orang dari 100.000 orang.

Kondisi ini diobati dengan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di telinga bagian dalam. Namun, pengobatan cenderung berhasil jika segera dimulai setelah terjadi gangguan pendengaran.

Karena, telinga bagian dalam bertanggung jawab atas keseimbangan dan pendengaran. Jika saraf dan jaringan di bagian telinga ini rusak, kondisi ini bisa menyebabkan vertigo dan masalah pendengaran.

Selain itu, antibodi yang diproduksi tubuh menyerang antigen atau virus corona Covid-19 pada area THT dan bisa merusak saraf koklea.

Gejala virus corona Covid-19 lain yang sering dilaporkan adalah pusing. Kondisi ini seringkali membuat seseorang sulit membedakannya dengan vertigo yang terjadi karena kerusakan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.

Tapi, vertigo diperkirakan terjadi pada sekitar 11 persen kasus virus corona Covid-19. Umumnya, seseorang akan merasa seperti kehilangan keseimbangan, berputar dan ingin muntah serta mual akut.

Pusing dan vertigo juga bisa terjadi jika ada peradangan pada saraf vestibular, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi ke otak tentang koordinasi dan keseimbangan.

Karena virus corona Covid-19 nampaknya akan bertahan cukup lama, maka kita harus mewaspadai setiap gejalanya. Khususnya, dampak negatif virus corona pada gangguan pendengaran dari waktu ke waktu. Bila Anda merasa ada sedikit masalah pada pendengaran, lebih baik konsultasikan dengan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Pandemi Buat Orang Sakit Flu Lebih Lama Sembuh? Ini Sebabnya!

Kenapa Pandemi Buat Orang Sakit Flu Lebih Lama Sembuh? Ini Sebabnya!

Health | Senin, 27 September 2021 | 08:04 WIB

Studi: Penderita Delirium Berisiko Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Parah

Studi: Penderita Delirium Berisiko Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Parah

Health | Minggu, 26 September 2021 | 08:44 WIB

Ahli Ingatkan Varian Virus Corona R1 Punya 5 Mutasi Berbahaya!

Ahli Ingatkan Varian Virus Corona R1 Punya 5 Mutasi Berbahaya!

Health | Minggu, 26 September 2021 | 07:55 WIB

Terkini

Berani! Presiden Brasil Sebut PBB Gagal Lindungi Dunia dari Perang

Berani! Presiden Brasil Sebut PBB Gagal Lindungi Dunia dari Perang

News | Rabu, 23 September 2026 | 12:41 WIB

254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla

254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 12:37 WIB

2 Pegawai SPPG di Tulungagung Pakai Sabu, Satu Direhabilitasi-Satu Diproses Hukum

2 Pegawai SPPG di Tulungagung Pakai Sabu, Satu Direhabilitasi-Satu Diproses Hukum

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 12:36 WIB

Tips Kelola Budget Nonton Pestapora 2026 Pakai Cicilan 0% BRI

Tips Kelola Budget Nonton Pestapora 2026 Pakai Cicilan 0% BRI

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:35 WIB

Razia Lapas Kelas IIB Tulungagung: Narkoba Nihil, Tapi Puluhan Benda Berbahaya Disita

Razia Lapas Kelas IIB Tulungagung: Narkoba Nihil, Tapi Puluhan Benda Berbahaya Disita

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 12:33 WIB

Outback, Drama Misteri Terbaru Netflix Resmi Umumkan Jajaran Pemeran Utama

Outback, Drama Misteri Terbaru Netflix Resmi Umumkan Jajaran Pemeran Utama

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:30 WIB

Harga iPhone 14 per September 2026, Naik atau Turun Drastis?

Harga iPhone 14 per September 2026, Naik atau Turun Drastis?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 12:27 WIB

Alasan John Herdman Coret Dony Tri Pamungkas dan Yakob Sayuri dari Skuad Timnas Indonesia

Alasan John Herdman Coret Dony Tri Pamungkas dan Yakob Sayuri dari Skuad Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 12:27 WIB

Pestapora 2026 di JIEXPO: Info Tiket & Promo Kartu Kredit BRI

Pestapora 2026 di JIEXPO: Info Tiket & Promo Kartu Kredit BRI

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 12:26 WIB

Belanja Negara di RAPBN 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Menkeu Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah

Belanja Negara di RAPBN 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Menkeu Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:25 WIB

×