India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:24 WIB
India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi
Krisis gas LPG akibat konflik Timur Tengah memaksa warga India mengubah total menu makanan harian.
baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah memicu kelangkaan gas memasak LPG secara nasional di seluruh India.

  • Kantin dan asrama menghapus menu teh serta masakan panas demi menghemat stok energi.

  • Restoran mulai beralih ke peralatan listrik akibat terganggunya distribusi gas lewat Selat Hormuz.

Suara.com - India kiamat makanan masak, dapur-dapur di seluruh wilayah India kini sedang mengalami perubahan drastis akibat situasi geopolitik yang memanas.

Hidangan panas yang biasanya mengepul serta minuman teh yang ikonik mulai menghilang dari daftar menu.

Dikutip dari Reuters, fenomena ini terjadi sebagai dampak langsung dari krisis gas memasak yang melanda negara tersebut.

Masyarakat mulai beralih mengonsumsi makanan cepat saji dan air lemon dingin sebagai alternatif utama.

Langkah ini diambil demi menghemat sisa bahan bakar gas minyak cair atau LPG yang kian langka.

Kondisi sulit ini bermula dari terhentinya lalu lintas pelayaran di kawasan Selat Hormuz dan Teluk.

Peperangan yang melibatkan Iran menjadi pemicu utama tersendatnya jalur logistik energi internasional tersebut.

Hal ini secara otomatis memicu lonjakan biaya transportasi serta kenaikan harga energi secara signifikan.

Output dari produsen minyak dan gas di kawasan Timur Tengah juga mengalami penurunan drastis.

baca juga

India sendiri menyandang status sebagai negara pengimpor LPG terbesar kedua di tingkat global saat ini.

Pemerintah India telah menggunakan wewenang darurat untuk memerintahkan kilang agar segera meningkatkan hasil produksi mereka.

Meski demikian, pihak asrama dan pengelola kantin melaporkan bahwa ketersediaan stok di lapangan masih sangat terbatas.

Kondisi tersebut memaksa pengelola tempat makan melakukan perubahan komposisi menu secara mendadak dan cepat.

Sektor industri juga tidak luput dari dampak dengan mulai membatasi pilihan makanan bagi para pekerja.

Sebuah pabrik komponen otomotif di Gujarat bahkan telah menghapus semua jenis gorengan dari daftar menu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Suaka Australia, Bintang Timnas Putri Iran Pilih Kembali ke Pelukan Tanah Air

Tolak Suaka Australia, Bintang Timnas Putri Iran Pilih Kembali ke Pelukan Tanah Air

Bola | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:58 WIB

Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!

Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:44 WIB

Iran Bombardir Pangkalan Perang AS, 13 Antek Zionis Tewas dan 100 Luka-luka

Iran Bombardir Pangkalan Perang AS, 13 Antek Zionis Tewas dan 100 Luka-luka

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:26 WIB

Terkini

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

×