Bikin Orang Tertekan, Apa Arti Toxic Positivity dan Gimana Cara Menghindarinya?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 29 September 2021 | 10:10 WIB
Bikin Orang Tertekan, Apa Arti Toxic Positivity dan Gimana Cara Menghindarinya?
Ilustrasi. (unsplash)

Suara.com - Anggapan lelaki tidak boleh menangis dan harus kuat, adalah salah satu bentuk toxic positivity. Hal itu awalnya digunakan sebagai ungkapan positif, tapi di sisi lain bisa memberikan tekanan pada para lelaki, yang juga seorang manusia.

Sifat manusia berarti ia bisa merasa sedih, kecewa, dan terluka. Bahkan kerap merasa lemah dan butuh bantuan orang lain, yang hasilnya perasaan sedih ini keluar lewat air mata atau tangisan.

Lalu pertanyaanya, apa yang dimaksud toxic positivity?

Mengutip Ruang Guru, Rabu (19/9/2021) toxic positivity adalah istilah yang merujuk pada situasi ketika seseorang “memaksa” orang lain untuk merasakan sisi baik dari suatu hal, tanpa memberi kesempatan orang itu untuk meluapkan perasaannya.

Ilustrasi Kebingungan. (pexels.com/Monstera)
Ilustrasi. (pexels.com/Monstera)

Berdasarkan Psychology Today, menghindari emosi di dalam diri bisa membuat kita kehilangan informasi yang bernilai. Ketika takut, emosi sedang memberitahu “Hati-hati, ada bahaya di sekitar!” sehingga bisa lebih waspada.

Emosi sejatinya adalah informasi, mereka memberi cuplikan-cuplikan tentang apa yang terjadi di suatu waktu, tapi mereka tidak memberitahu secara pasti apa yang harus dilakukan.

Dr. Jiemi Ardian, residen psikiatri di Rumah Sakit Muwardi Solo, memberitahu perbedaan antara toxic positivity dan empati.

Jiemi mencontohkan kalimat yang menunjukkan empati. Seperti, “Wajar jika kita merasa kecewa dalam hal ini”, dan “Aku pikir kamu pasti merasa berat saat ini, ya…”.

Kalimat-kalimat ini tidak memaksa si penerima untuk mengabaikan emosi negatifnya. Faktanya, tidak semua orang curhat untuk menyelesaikan masalah.

Beberapa orang curhat hanya untuk didengar. Orang-orang ini hanya membutuhkan validasi.

Dalam Psych Alive, validasi adalah perbuatan untuk memberitahu seseorang bahwa apa yang ia rasakan dan alami itu nyata. Ketika perasaan seseorang tervalidasi dengan didengarkan, ia akan merasa dipahami.

Ilustrasi wanita menutup mata. (pexels.com/Oleg Magni)
Ilustrasi. (pexels.com/Oleg Magni)

Seumpama pompa, yang bagian ujungnya ditahan menggunakan balon. Sekilas awalnya, untuk sementara terlihat baik-baik saja saat air mengisi balon. Tapi seiring waktu balon tak kuasa menahan, semakin besar dan pecah, begitu juga dengan perasaan.

Cara menghindari toxic positivity
Solusi terbaiknya adalah melampiaskan, dengan berbagai cara yang bisa diterima seperti menangis atau bersedih diiringi lagu galau favorit juga diperbolehkan. Terkadang orang lupa bahwa menangis bukan tanda lemah. Air mata justru diciptakan untuk mengingatkan kita bahwa manusia lebih unggul dari sekadar robot.

Cara lain, bisa dengan curhat pada teman terpercaya untuk menghilangkan toxic positivity. Beri dia tempat untuk meneriakan perasaanya. Bisa juga sebagai teman mengajak teman yang bersedih dengan menari untuk meluapkan emosi dan menghabiskan energi yang terpendam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istri Gugat Cerai, Aksi Suami Sujud Mohon Ampun di Pengadilan Disorot: Air Mata Buaya

Istri Gugat Cerai, Aksi Suami Sujud Mohon Ampun di Pengadilan Disorot: Air Mata Buaya

News | Senin, 27 September 2021 | 17:57 WIB

Perjuangan  Guru Honorer Penderita Stroke Digendong Demi Tes PPPK

Perjuangan Guru Honorer Penderita Stroke Digendong Demi Tes PPPK

Video | Senin, 20 September 2021 | 07:00 WIB

Suara Merdu Tunanetra di Pesta Pernikahan, Lirik Lagu Bikin Tamu Banjir Air Mata

Suara Merdu Tunanetra di Pesta Pernikahan, Lirik Lagu Bikin Tamu Banjir Air Mata

Sulsel | Sabtu, 18 September 2021 | 13:40 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB