Hari Rabies Sedunia 2021, Ini 7 Fakta Tentang Penyakit Rabies

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 29 September 2021 | 13:34 WIB
Hari Rabies Sedunia 2021, Ini 7 Fakta Tentang Penyakit Rabies
Vaksinasi Rabies pada Anjing Peliharaan. (Dok. SmartHeart)

Suara.com - Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) merupakan sebuah kampanye global yang diselenggarakan pada 28 September di setiap tahunnya.

Peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit rabies.

Rabies atau kerap disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus (Rhabdovirus) yang menyerang sistem saraf pusat hewan mamalia, termasuk manusia.

Menurut drh. Aulia Jasmine, sebagian besar wilayah Indonesia belum bebas rabies. Namun, bagi Anda yang tinggal di DKI Jakarta, bisa berlega hati, karena provinsi ini termasuk yang memiliki status nol kasus rabies.

Nah, untuk mengenal lebih jauh penyakit ini, berikut 7 fakta seputar penyakit rabies yang perlu Anda tahu, mengutip paparan drh. Aulia, dalam Online Media Gathering "Pentingnya Vaksin Rabies Untuk Anjing Kesayangan Kamu" by SmartHeart Indonesia, beberapa waktu lalu.

1. Tingkat kematian yang sangat tinggi
Di seluruh dunia (lebih dari 150 negara), rabies membunuh 59.000 orang dan jutaan hewan setiap tahun. Meski mematikan, rabies dapat dicegah.

2. Bagaimana manusia tertular rabies?
Lebih dari 95% kasus rabies pada manusia adalah akibat gigitan anjing. Virus rabies terdapat pada air liur anjing/kucing/kera/hewan penderita rabies. Manusia dapat tertular rabies akibat gigitan anjing atau hewan penular rabies.

3. Gejala klinis rabies pada hewan
Ada dua jenis rabies, yaitu rabies bentuk tenang (dumb rabies) dan rabies bentuk ganas.

Gejala rabies bentuk tenang:

  • Hipersalivasi (mengeluarkan air liur yang berlebihan)
  • Suara hewan menjadi berubah (menjadi parau)
  • Terjadi kelumpuhan pada bagian wajah dan rahang bawah
  • Lumpuh, Kejang, mati

Gejala rabies bentuk ganas:

  • Sangat galak, gelisah, hiperaktif
  • Bersembunyi di tempat gelap dan dingin
  • Nafsu makan menjadi berkurang
  • Menjadi lebih sensitif terhadap suara dan cahaya.
  • Memakan benda-benda asing seperti batu, kayu dll
  • Lumpuh, kejang, mati

4. Gejala klinik rabies pada manusia

  • batuk, kesulitan bernapas
  • keringat yang berlebihan
  • mengeluarkan air liur yang berlebihan (hipersalivasi)
  • ketakutan pada air (hidrofobia)
  • ketakutan pada udara (aerofobia)
  • ketakutan pada cahaya (fotofobia)
  • kesulitan bernafas
  • kejang-kejang
  • kelumpuhan umum
  • meninggal

5. Apa yang harus dilakukan ketika digigit anjing?

  • Luka dicuci dengan air sabun atau detergen di bawah air mengalir selama 10-15 menit
  • Luka diberi antiseptik (iodin/alkohol 70%)
  • Segera bawa ke puskesmas

6. Apa yang harus dilakukan pada anjing yang menggigit?

  • Anjing jangan dibunuh.
  • Tangkap, lalu serahkan ke Puskeswan atau Dokter Hewan
  • Jika anjing mati, bawa kepala anjingnya (dalam kondisi dingin) ke Puskeswan untuk diperiksa.

7. Syarat hewan divaksinasi rabies

  • Sehat
  • Nafsu makan baik
  • Tidak demam
  • Umur sesuai dengan syarat minimal vaksin (> 8 minggu)
  • Sudah melalui masa adaptasi selama 7-14 hari
  • Tidak batuk, pilek, bersin
  • Tidak muntah, diare
  • Tidak ada masalah kulit
  • Tidak ada infeksi
  • Tidak cacingan
  • Tidak dimandikan selama seminggu setelah vaksinasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Rabies Sedunia, Anies: Targetnya Jakarta Jadi Kota Ramah Hewan

Hari Rabies Sedunia, Anies: Targetnya Jakarta Jadi Kota Ramah Hewan

Jakarta | Selasa, 28 September 2021 | 12:25 WIB

Cegah Penularan Rabies, Pemprov DKI Gandeng Daerah Penyangga Lakukan Vaksinasi HPR

Cegah Penularan Rabies, Pemprov DKI Gandeng Daerah Penyangga Lakukan Vaksinasi HPR

Jakarta | Selasa, 28 September 2021 | 12:06 WIB

Daerah di Kawasan Danau Toba Fokus Penanganan Rabies

Daerah di Kawasan Danau Toba Fokus Penanganan Rabies

Sumut | Senin, 27 September 2021 | 19:36 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB