Studi: Massa Otot Membantu Pemulihan Pasien Covid-19 Lebih Cepat

Yasinta Rahmawati

Kamis, 30 September 2021 | 09:00 WIB
Studi: Massa Otot Membantu Pemulihan Pasien Covid-19 Lebih Cepat
Ilustrasi otot binaragawati. (Shutterstock)

Suara.com - Menjaga massa otot ternyata tak hanya membuat keseimbangan tubuh lebih baik dan tidak rentan cedera, tapi juga membuat seseorang pulih dari Covid-19 lebih cepat.

Menurut sebuah studi baru yang melibatkan 196 pasien, yang terbagi antara peserta pria dan wanita, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki massa otot dan kekuatan otot lebih besar memiliki masa rawat inap terkait virus corona Covid-19 yang lebih pendek.

Dilansir dari Men's Health, penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle bulan ini.

Studi ini mengakui penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kekuatan genggaman tangan dan massa otot sering kali menjadi indikator kuat dari keparahan penyakit.

Selain itu, berapa lama seseorang akan tinggal di rumah sakit untuk penyakit lain juga bisa terlihat.

Ilustrasi binaragawati. (Shutterstock)
Ilustrasi binaragawati. (Shutterstock)

Di sini, para peneliti ingin mencatat perbedaan apa saja yang dapat terlihat antara massa otot dengan Covid-19.

Mengukur kekuatan genggaman tangan dan ukuran otot, khususnya otot vastus lateralis di paha, peneliti dapat mengkategorikan peserta penelitian menjadi segmen kekuatan dan ukuran yang lebih tinggi dan lebih rendah.

Usia rata-rata peserta adalah 59 dan rata-rata BMI 29,5. Dari 196 peserta, 176 selamat dari perawatan di rumah sakit.

Rata-rata lama rawat inap lebih pendek untuk orang terkuat (diukur dengan pegangan tangan), rata-rata 7,5 hari di rumah sakit dibandingkan dengan 9,2 hari untuk peserta yang kurang kuat.

baca juga

Data juga menunjukkan hasil positif untuk mereka yang memiliki massa otot lebih besar. Rata-rata lama rawat inap untuk orang dengan massa otot terendah lebih lama (10,8 hari) dibandingkan mereka yang massa ototnya lebih tinggi (rata-rata 7,7 hari).

Selama ini, massa otot secara umum dipandang sebagai indikator kesehatan umum yang lebih besar dan kemungkinan merupakan indikator pemulihan dari penyakit kritis, mengutip penelitian lebih lanjut di American Journal of Clinical Nutrition.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: BOR di RS Singapura Makin Meningkat

Update Covid-19 Global: BOR di RS Singapura Makin Meningkat

Health | Kamis, 30 September 2021 | 08:25 WIB

Alhamdulillah, Kamar Isolasi Covid-19 di Banyuwangi Nyaris Kosong

Alhamdulillah, Kamar Isolasi Covid-19 di Banyuwangi Nyaris Kosong

Malang | Kamis, 30 September 2021 | 08:00 WIB

Lengkap! Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan dan Pertemuan Besar dari Satgas Covid-19

Lengkap! Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan dan Pertemuan Besar dari Satgas Covid-19

Health | Kamis, 30 September 2021 | 07:45 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×