Dokter Paru Ungkap Pencegahan COVID-19 Lebih Penting daripada Pengobatan, Apa Alasannya?

M. Reza Sulaiman

Kamis, 30 September 2021 | 16:21 WIB
Dokter Paru Ungkap Pencegahan COVID-19 Lebih Penting daripada Pengobatan, Apa Alasannya?
ilustrasi pakai masker untuk cegah Covid-19. (stocksnap.io)

Suara.com - Untuk mengatasi pandemi COVID-19, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan upaya pencegahan harus lebih diutamakan dadripada pengobatan. Mengapa?

"Upaya yang paling baik dalam kondisi COVID-19 saat ini adalah pencegahan bukan pengobatan. Pencegahan itu adalah yang terbaik. Karena kalau sudah ada pencegahan, kita tidak perlu pusing lagi dengan pengobatan dan lain-lain," kata Ketua Pokja Infeksi PDPI Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) dalam gelar wicara virtual Waspada Mutasi Virus Dengan Protokol Kesehatan di Jakarta.

Erlina menuturkan sekalipun varian-varian baru muncul, hal utama yang penting dilakukan adalah mencegah varian tersebut masuk ke dalam tubuh, melalui upaya pencegahan.

Ia mengatakan cara mencegah varian masuk ke dalam tubuh adalah dengan intervensi berupa penerapan protokol kesehatan yang ketat, penguatan 3T (pengujian, pelacakan kontak dan perawatan), vaksinasi, peningkatan imunitas tubuh dan pemeliharaan kesehatan mental.

Ilustrasi Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Meningkatkan imunitas diri dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup atau berolahraga, istirahat cukup, mengonsumsi suplemen vitamin sesuai rekomendasi, tidak merokok dan mengendalikan komorbid.

Protokol kesehatan terdiri dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan dan meminimalisasi mobilitas.

Masyarakat diminta untuk segera mengakses vaksin untuk memperkuat perlindungan diri melawan COVID-19.

Upaya-upaya tersebut berlaku untuk seluruh masyarakat termasuk penyintas atau orang yang berhasil sembuh dari COVID-19.

Menurut Erlina, intervensi satu pencegahan dengan lainnya saling melengkapi, bersifat penting, dan harus dilakukan bersamaan. Hingga saat ini, tidak ada satu pun intervensi pencegahan yang bisa dikatakan 100 persen menjamin seseorang tidak akan tertular COVID-19 atau memastikan penyintas tidak akan terinfeksi ulang.

baca juga

Oleh karena itu, semua upaya pencegahan tersebut harus dilakukan sebagai satu kesatuan dan tidak ada yang dikesampingkan.

"Hingga saat ini pencegahan yang terbukti jitu adalah 3M/5M (protokol kesehatan) dan vaksinasi, dan kalau diperlukan meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan mental," ujarnya.

Erlina menuturkan jika virus masuk ke tubuh, maka akan menjadi masalah yang lebih serius karena virus akan mudah berkembang biak atau bereplikasi di dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan kerusakan dengan badai sitokin, menyebabkan keparahan penyakit dari derajat ringan hingga kritis, sampai ancaman kehilangan nyawa.

Oleh karena itu, lebih baik untuk mencegah terinfeksi COVID-19 daripada mengatasi masalah jika virus sudah menginfeksi tubuh.

"Jadi, memang untuk COVID-19, tidak ada kata lain, pencegahan adalah yang utama," kata Erlina.

Di samping itu, Erlina meminta semua orang untuk menjadi agen edukasi untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan vaksinasi, dan memberikan informasi benar untuk mengatasi hoaks dan disinformasi. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi

Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri

Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri

Banten | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal

Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:05 WIB

WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor

WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah

Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan

Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Waduk Manggar Kian Surut, 3 Bulan Lagi Balikpapan Terancam Kekurangan Air

Waduk Manggar Kian Surut, 3 Bulan Lagi Balikpapan Terancam Kekurangan Air

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga

Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:57 WIB

×