Pentingnya Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan, Bisa Cegah Darah Tinggi?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 04 Oktober 2021 | 07:38 WIB
Pentingnya Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan, Bisa Cegah Darah Tinggi?
Ilustrasi mengukur berat badan. (Shutterstock)

Suara.com - Kekahawatiran umum yang sering muncul di benak wanita setelah melahirkan adalah apakah berat badan mereka dapat kembali seperti sebelum hamil?

Para ahli mengatakan keberhasilan penurunan berat badan pascamelahirkan terjadi apabila sang wanita memahami dasar-dasarnya, seperti menetapkan tujuan, berkomitmen pada proses latihan, dan mempertahankan ketahanan mental.

Penyebab kenaikan badan selama kehamilan adalah tubuh perlu 'memberi makan' janin, seperti peningkatan suplai darah, pertumbuhan rahim, dan peningkatan jaringan payudara serta penyimpanan lemak.

Selama kehamilan, asupan kalori harian wanita akan meningkat untuk perkembangan sang bayi Hal ini tentu saja penyebab peningkatan berat badan.

Berapa kenaikan berat badan yang tepat?

ilustrasi hamil, kehamilan, bayi. [Envato Elements]
ilustrasi hamil, kehamilan, bayi. [Envato Elements]

Channel News Asia melaporkan bahwa kenaikan berat badan tergantung pada berbagai faktor, termasuk berat sebelum kehamilan dan apakah wanita tersebut hamil anak kembar atau tidak.

Kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk wanita hamil satu anak dengan indeks massa tubuh IMT) normal adalah 11 hingga 16 kilogram selama mengandung. Biasanya terjadi pada trimester kedua hingga ketiga.

"Jika Anda memiliki IMT yang lebih tinggi, Anda disarankan untuk mengurangi berat badan saat hamil," kata konsultan asosiasi Ho Xin Yi, di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH).

Menurut Ho penting untuk seorang wanita untuk kembali ke berat badan sebelum hamil, kecuali jika kekurangan berat badan.

baca juga

Fisioterapis utama senior di KKH Caroline Chua merekomendasikan target penurunan berat badan setelah melahirkan harus 1 hingga 2 kilogram per bulan.

“Banyak penelitian menunjukkan jika berat badan berlebih tidak hilang dalam enam hingga 12 bulan setelah melahirkan, kemungkinan berat badan tersebut akan menetap," jelas Chua.

Kemudian, berat badan akan bertambah yang dapat menyebabkan obesitas.

"Memasuki kehamilan berikutnya dengan berat badan berlebih kemungkinan membuat sang ibu dan bayi berisiko mengalami komplikasi seperti diabetes atau tekanan darah tinggi selama kehamilan," tandas Chua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kehamilan Lesti Kejora Disindir Artis, Indra Bekti Beri Peringatan Ini

Kehamilan Lesti Kejora Disindir Artis, Indra Bekti Beri Peringatan Ini

Entertainment | Senin, 04 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Kehamilan Lesti Kejora Terus Digunjing, Rizky Billar: Kami Tidak Merugikan Orang Lain

Kehamilan Lesti Kejora Terus Digunjing, Rizky Billar: Kami Tidak Merugikan Orang Lain

Lampung | Minggu, 03 Oktober 2021 | 10:25 WIB

Kehamilan Lesti Kejora Terus Digunjing, Rizky Billar Klaim Tak Rugikan Orang

Kehamilan Lesti Kejora Terus Digunjing, Rizky Billar Klaim Tak Rugikan Orang

Entertainment | Minggu, 03 Oktober 2021 | 10:14 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×