Jangan Buang ke Sungai, Begini Cara Membuang Paracetamol yang Sudah Kedaluwarsa

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 05 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Jangan Buang ke Sungai, Begini Cara Membuang Paracetamol yang Sudah Kedaluwarsa
Ilustrasi membuang obat. (Unsplash)

Suara.com - Kandungan paracetamol ditemukan di perairan teluk Jakarta. Dari penelitian yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ditemukan konsentrasi kandungan paracetamol relatif tinggi yakni 420-610 nanogram per liter.

Ahli Farmakologi Universitas Padjajaran Prof. Keri Lestari mengatakan, dari temuan tersebut berarti memang terjadi pembuangan limbah obat ke perairan hingga bisa mencapai ke tepi laut. Keri menekankan bahwa cara membuang obat seperti itu keliru.

Baik industri kesehatan maupun masyarakat harus melakukan pemusnahan obat yang tidak terpakai atau kedaluwarsa dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. Kepada masyarakat, Keri menyarankan, sebaiknya titipkan obat yang ingin dimusnahkan ke apotek terdekat.

"Kalau yang tidak dipakai itu dititipkan ke apotek untuk dimusnahkan. Karena tata cara pemusnahan obat itu ada di apotek, dititipkan saja untuk ikut dimusnahkan. Biasanya gitu kalau ada yang kedaluwarsa," kata Keri kepada suara.com, Senin (4/10/2021).

Jenis obat apa pun bisa dititipkan ke apotek. Ia memastikan bahwa setiap apotek sudah memiliki tata cara pemusnahan obat yang sesuai dengan kriteria instalasi pembuangan limbah medis.

Lantaran tidak bisa sembarangan dibuang, setiap jenis obat dimusnahkan dengan cara berbeda, tergantung bentuknya.

"Untuk proses pemusnahan obat ada macam-macam, ada yang dikubur, ada yang dihancurkan kemudian dinetralisir dengan senyawa kimia lain sehingga pada saat menuangkan ke lingkungan tidak mencemari. Itu macam-macam tergantung dari karakteristik dari obat dan prosedur," jelasnya

Menurut Keri, apotek biasanya rutin memusnahkan obat yang sudah kedaluwarsa dan tidak diambil lagi oleh distributor.

"Maka dimusnahkan oleh apotek dan cara pemusnahannya sudah diketahui, dipahami oleh teman-teman di apotek," ucapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Vaksin, Australia akan Gunakan Pil Molnupiravir Jadi Obat Anti Virus Corona

Selain Vaksin, Australia akan Gunakan Pil Molnupiravir Jadi Obat Anti Virus Corona

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 11:51 WIB

Bisakah Kandungan Pracetamol di Teluk Jakarta Hilang?

Bisakah Kandungan Pracetamol di Teluk Jakarta Hilang?

Health | Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:42 WIB

Riset Sebut Air Laut Ancol Mengandung Paracetamol, Pemprov DKI: Belum Tentu Pencemaran

Riset Sebut Air Laut Ancol Mengandung Paracetamol, Pemprov DKI: Belum Tentu Pencemaran

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×