Array

Studi Baru: Paru-Paru akan 'Mengingat' Infeksi Covid-19 yang Pernah Menyerangnya

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:39 WIB
Studi Baru: Paru-Paru akan 'Mengingat' Infeksi Covid-19 yang Pernah Menyerangnya
Ilustrasi-foto rontgen paru-paru. [Istimewa]

Suara.com - Sebuah penellitian baru pada para penyintas Covid-19 menunjukkan bahwa memori atau ingatan dari infeksi tersimpan di dalam sel T dan sel B (bagian dari sistem kekebalan) di paru-paru dan kelenjar getah bening sekitarnya.

Menurut penulis studi, Profesor Ilmu Bedah George H. Humphreys II bernama Donna Farber, Ph.D., mengidentifikasi sumber memori sistem kekebalan terhadap infeksi SARS-CoV-2 itu penting karena dapat mengarah pada peningkatan vaksin atau vaksin booster.

Medical Xpress melaporkan bahwa peneliti menemukan pusat germinal, tempat penghasil antibodi sel B dan sel memori B, berada di kelenjar getah bening di sekitar paru-paru selama enam bulan setelah infeksi, bahkan pada penyintas lansia.

Selain itu, mereka juga menemukan sel B pusat germinal yang spesifik SARS-CoV-2 dan sel T-follicular-helper (sel T yang mendorong diferensiasi sel B) menetap di tempat yang sama.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Ini adalah bukti bahwa sistem kekebalan di paru-paru bertahan setelah infeksi Covid-19. Bertahannya sel B pusat germinal ini memastikan adanya antibodi jangka panjang dan pematangan respons imun berkelanjutan.

Jadi, sistem kekebalan pada penyintas Covid-19 akan membentuk memori kekebalan dari infeksi patogen baru, bahkan pada penyintas berusia tua.

Artinya, temuan ini juga menunjukkan bahwa vaksin kemungkinan besar bisa menghasilkan respon imun yang lebih manjur pada orang tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Studi kami menunjukkan bahwa untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus, vaksin harus menargetkan sel-sel kekebalan memori di dalam paru-paru dan kelenjar getah bening, yang dapat dicapai dengan semprotan hidung dari virus yang dinonaktifkan," tutur Farber.

Para peneliti saat ini sedang menganalisis apakah respon kekebalan memori yang dihasilkan vaksin mirip dengan memori kekebalan akibat infeksi alami.

Baca Juga: Gelar Gebyar Vaksinasi COVID-19 Massal, Forkopimda Siapkan 8.000 Dosis Vaksin Pfizer

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI