Studi: Polusi Udara Telah Menyebabkan Banyak Kematian di Benua Afrika

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:48 WIB
Studi: Polusi Udara Telah Menyebabkan Banyak Kematian di Benua Afrika
Ilustrasi: polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Kejadian polusi udara pada 2019 lalu telah menyebabkan kematian 1,1 juta jiwa di seluruh benua Afrika. Angka kematian ini meliputi kejadian kompor dalam ruangan (700.000 kematian), dan peningkatan polusi udara luar ruangan (400.000 kematian).

Penelitian yang dilakukan oleh Boston College UN Environment Programme Report dan diterbitkan dalam jurnal The Lancet Planetary Health ini melaporkan bahwa polusi udara telah merugikan negara-negara di Afrika, mulai dari produk domestik bruto hingga merusak kecerdasan anak-anak Afrika.

Dikatakan Profesor Biologi Boston College Philip Landrigan, tim internasional menemukan bahwa kematian akibat polusi udara rumah tangga sempat menurun pada penelitian pertama. Namun, penyebab kematian polusi udara di luar ruangan, cenderung meningkat.

"Temuan yang paling mengganggu adalah peningkatan kematian akibat polusi udara ambien," ungkapnya.

"Meski peningkatan ini masih kecil, hal itu mengancam peningkatan secara eksponensial, ketika kota-kota Afrika tumbuh dalam dua hingga tiga dekade ke depan pada sektor ekonomi," lanjut Philip.

Dikatakan benua Afrika mengalami transformasi besar-besaran. Bahkan transformasi ini lebih dari tiga kali lipat, mulai dari 1,3 miliar pada 2020 menjadi 4,3 miliar pada tahun 2100 nanti.

Perkembangan ini meliputi perekonomian tumbuh dan harapan hidup yang meningkat dua kali lipat. Sementara proses pembakaran bahan bakar fosil telah mendorong peningkatan polusi udara pada 2019, ini menewaskan 29,15 orang per 100.000 penduduk.

Sebelumnya, kematian akibat polusi udara juga pernah terjadi pada tahun 1990, di mana ada 26,133 kematian per 100.000 penduduk.

Kematian akibat paparan polusi udara ini menjadi penyebab kematian terbesar kedua di Afrika, di samping kematian akibat tembakau, konsumsi alkohol, kecelakaan motor, penyalahgunaan narkoba, hingga HIV/AIDS yang disebut juga menyebabkan lebih banyak kematian.

baca juga

Negara itu telah menjadi bagian dari kematian global akibat polusi udara, yang menewaskan sekitar 6,7 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2017 yang lalu.

"Polusi udara di Afrika memiliki dampak negatif, mulai dari kesehatan, sumber daya manusia, dan ekonomi," ungkap para rekan penulis studi.

"Dampak ini bisa menjadi lebih besar seiring perkembangan negara tersebut," pungkas rekan studi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Perbedaan Data Kematian Covid-19 di DKI, Ini Penjelasan Anies dan Wagub Riza

Soal Perbedaan Data Kematian Covid-19 di DKI, Ini Penjelasan Anies dan Wagub Riza

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 22:16 WIB

Nigeria Selamatkan 187 Sandera dari Kawanan Bandit Bersenjata

Nigeria Selamatkan 187 Sandera dari Kawanan Bandit Bersenjata

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 10:14 WIB

Arti Mimpi Meninggal, Ajal Akan Segera Menjemput?

Arti Mimpi Meninggal, Ajal Akan Segera Menjemput?

Lampung | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 05:25 WIB

Terkini

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

×