Kenali Apa Beda ODGJ dan ODMK dalam Dunia Kesehatan Jiwa

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 11 Oktober 2021 | 07:48 WIB
Kenali Apa Beda ODGJ dan ODMK dalam Dunia Kesehatan Jiwa
Kenali Apa Beda ODGJ dan ODMK dalam Dunia Kesehatan Jiwa - ilustrasi ODGJ - Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Yayasan Jamrud Biru, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Gangguan jiwa dan masalah jiwa dapat menyerang siapapun dan kapan saja. Beberapa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) maupun Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) akan berjuang dengan kesehatan mental selama bertahun-tahun sementara yang lain mungkin selalu harus mengelola gejala atas kondisi mereka.

Ketahui beda ODGJ dan ODMK atau gangguan mental dan masalah mental pada ulasan yang dilansir dari berbagai sumber ini.

Tentang Gangguan Jiwa dan Masalah Kejiwaan

Sebelum dua isu utama tentang kesehatan jiwa (mental) ini dipahami dengan lebih baik, para ahli percaya bahwa istilah 'gangguan' lebih cocok daripada 'penyakit atau masalah'. Setelah psikolog dan ilmuwan menemukan bahwa penyakit mental adalah penyakit tubuh, mereka mulai menggunakan istilah penyakit mental secara lebih luas. 

Perbedaan utama antara gangguan mental dan masalah mental adalah asal mula kondisinya. Untuk membedakan beda ODGJ dan ODMK secara sederhana sebagai berikut. Setiap orang umumnya akan mengalami hari-hari dimana merasa tidak sehat secara fisik, tetapi itu tidak berarti bahwa kesehatan Anda secara keseluruhan menurun atau memiliki penyakit serius.

Hal yang sama juga terkait dengan kesehatan mental. Anda mungkin mengalami hari-hari di mana merasa stres, atau sedih, tetapi itu tidak berarti bahwa Anda memiliki penyakit mental. Kita semua mengalami berbagai emosi. 

Namun, jika Anda merasa selalu merasa stres atau tidak dapat mengingat hari bahagia, maka Anda mungkin mengalami masalah atau penyakit mental. Anda harus segera mencari bantuan medis profesional untuk diagnosis dan perawatan tepat.

Dalam hal mempelajari perbedaan antara penyakit mental dan gangguan mental, Anda harus berbicara dengan dokter atau profesional kesehatan mental Anda. Dalam artian Anda tidak dapat melakukan self-diagnosis.

Apa itu Masalah Mental?

Dilansir dari Mental Health Foundation, Sabtu (9/10/2021), penyakit mental (mental illness), juga disebut masalah kesehatan mental atau kondisi kesehatan mental, berkisar dari kekhawatiran yang kita semua alami sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari hingga kondisi jangka panjang yang serius. 

Definisi medis penyakit adalah kesehatan yang buruk akibat penyakit tubuh atau pikiran. Sedangkan pengertian medis penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari suatu bagian, organ, atau sistem suatu organisme. Kondisi abnormal ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, faktor lingkungan, atau cacat genetik, yang ditandai dengan sekelompok gejala atau tanda.

Mayoritas orang dalam masalah mental (ODMK) dapat mengatasinya atau belajar untuk hidup bersamanya, terutama jika mereka mendapatkan bantuan sejak dini.

Bagaimana Mengobati Penyakit atau Masalah Mental?

Langkah pertama dalam mengobati penyakit mental adalah berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental yang berkualitas untuk mendiagnosis gejala. Mereka juga akan memberi cara terbaik untuk mengobati gejala kejiwaan.

Seringkali ODMK memerlukan pengobatan dengan kombinasi obat resep dan terapi. Dokter harus dapat memberi rencana perawatan yang dipersonalisasi dan mendiskusikan apa yang perlu dilakukan. 

Yang penting untuk diingat adalah bahwa kesehatan mental yang baik tidak selalu tentang perasaan bahagia dan percaya diri sepanjang waktu. Ini tentang hidup dengan penyakit mental Anda dan belajar bagaimana mengatasinya. 

Apa itu Gangguan Jiwa?

Menurut World Health Organization (WHO), satu dari empat orang di dunia akan terkena gangguan mental atau neurologis di beberapa titik sepanjang hidup mereka. 

Definisi medis dari gangguan adalah gangguan kesehatan fisik atau mental yang normal dari pikiran atau tubuh. Gangguan ini juga disebut sebagai kekacauan dan dapat menyebabkan kebingungan atau kekacauan. Misalnya, orang dengan gangguan makan atau gangguan kepribadian dapat disebut memiliki gangguan mental. 

Namun, istilah tersebut tidak sesuai perkembangan kini. karena gangguan mental hanya berkaitan dengan pikiran. Saat ini, studi tentang gangguan mental adalah penyakit yang mempengaruhi otak, bukan hanya pikiran, dan dapat mempengaruhi fungsi seseorang.

Ada hampir 300 penyakit mental yang tercantum dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Buku ini digunakan oleh para profesional kesehatan mental untuk mengidentifikasi dan mendiagnosis penyakit mental. 

Kelompok utama gangguan mental adalah:

  • Gangguan kecemasan Gangguan 
  • Makan (misalnya anoreksia atau bulimia)
  • Gangguan mood (misalnya depresi atau bipolar)
  • Gangguan kepribadian (misalnya gangguan kepribadian ambang)
  • Gangguan psikotik (misalnya skizofrenia)
  • Gangguan penyalahgunaan zat (misalnya kecanduan narkoba)
  • Gangguan terkait trauma (misalnya gangguan stres pasca-trauma)

Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental

Dilansir dari Soba New Jersey, Sabtu (9/10/2021), ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental untuk mencegah gangguan jiwa.

Beberapa orang mencoba dengan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka disukai membantu merawat kesehatan mental. Yang lain menemukan bahwa pekerjaan sukarela dan merawat orang lain membantu meningkatkan kesehatan mental mereka. Dan beberapa orang menemukan bahwa olahraga teratur membantu meningkatkan kesehatan mental dan fisik mereka.

Ketika berusaha menjaga kesehatan mental, Anda juga perlu menjaga kesehatan tubuh Anda, yang berarti makan dengan baik dan berolahraga, dan menjaga pikiran tetap aktif dan bebas. 

Satu studi menemukan bahwa individu yang berolahraga memiliki 43,2% lebih sedikit hari kesehatan mental yang buruk dibandingkan dengan yang tidak berolahraga.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa melakukan hobi dan hal-hal yang disukai dapat membantu mengurangi perasaan depresi dan dapat membantu melindungi otak dari penyakit fisik seperti demensia dan masalah jantung.

Demikian penjelasan beda ODGJ dan ODMK dalam dunia kesehatan jiwa. Semoga dapat dipahami penjelasan di atas.

Kontributor : Yulia Kartika Dewi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlihat Sama, Sebenarnya Stres dan Depresi Itu Berbeda!

Terlihat Sama, Sebenarnya Stres dan Depresi Itu Berbeda!

Health | Senin, 11 Oktober 2021 | 05:50 WIB

Angka Kematian Penderita Gangguan Mental dan Cacat Intelektual Meningkat Selama Covid-19

Angka Kematian Penderita Gangguan Mental dan Cacat Intelektual Meningkat Selama Covid-19

Kaltim | Minggu, 10 Oktober 2021 | 19:58 WIB

Astaga! Dinas Kesehatan Jateng Temukan 390 ODGJ Terpasung Sepanjang 2021

Astaga! Dinas Kesehatan Jateng Temukan 390 ODGJ Terpasung Sepanjang 2021

Jawa Tengah | Minggu, 10 Oktober 2021 | 19:36 WIB

Tingkat Kematian pada Penderita Gangguan Mental selama Pandemi Covid-19 Meningkat

Tingkat Kematian pada Penderita Gangguan Mental selama Pandemi Covid-19 Meningkat

Health | Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB