Banyak Peneliti Tertarik dengan Masalah Orgasme pada Wanita, Ini Temuan Menariknya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:12 WIB
Banyak Peneliti Tertarik dengan Masalah Orgasme pada Wanita, Ini Temuan Menariknya
Ilustrasi perempuan alami orgasme. [shutterstock]

Suara.com - Banyak orang mengatakan wanita sulit mengalami orgasme ketika berhubungan seks dengan pasangannya. Dibanding 90% pria yang bisa ejakulasi, hanya 25% wanita yang orgasme saat berhubungan seks.

Karena ini, banyak ilmuwan yang meneliti tentang orgasme pada wanita.

Berdasarkan The Conversation, berikut dua hasil penelitian tentang orgasme pada wanita:

1. Apa yang terjadi saat wanita orgasme?

Ketika orgasme, otot di dasar panggul berkontraksi dan terjadi tanpa disadari. Kontraksi ini diduga membantu mengalirkan darah keluar dari klitoris dan vulva yang tegang, memungkinkan kedua bagian luar vagina tersebut lemas seperti biasanya.

Selama bergairah dan orgasme, detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah wanita juga meningkat. Hormon oksitosin (dikenal hormon cinta), meningkat selama bergairah dan akan mencapai puncak selama orgasme.

Pada pria maupun wanita, area otak yang berkaitan dengan dopamin, atau hormon bahagia, akan aktif. Tetapi pada wanita ada bagian lain juga diaktifkan, termasuk bagian otak yang berhubungan dengan emosi hingga area motorik yang terhubung ke otot dasar panggul.

Tetapi, hal yang lebih sulit untuk diketahui adalah bagaimana tubuh dan otak saling berhubungan. Frekuensi dan intensitas orgasme pada wanita juga tergantung pada berbagai faktor psikososial yang kompleks, seperti hasrat seksual, harga diri, keterbukaan komunikasi dengan pasangan, dan kesehatan mental secara umum.

Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]
Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]

2. Bisakah wanita mengalami orgasme berlebihan?

Wanita tidak bisa mengalami orgasme secara berlebihan, tetapi bisa mengalaminya berulang kali.

Beberapa wanita yang mengalami orgasme berulang kali melaporkan bahwa orgasme kedua mereka adalah yang terkuat, sedangkan setelahnya menjadi kurang intens.

Sekitar 50% wanita dalam suatu penelitia mengatakan mereka menggunakan vibrator untuk mencapai orgasme atau orgasme berulang.

Sementara beberapa wanita mengatakan vibrator dapat menurunkan sensivitas klitoris, sehingga akan sulit bagi mereka untuk orgasme dengan stimulasi klitoris tanpa getaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Bikin Perempuan Orgasme Berkali-kali, Coba Oleskan Serum Ini

Ingin Bikin Perempuan Orgasme Berkali-kali, Coba Oleskan Serum Ini

Lifestyle | Jum'at, 10 September 2021 | 21:27 WIB

Cukup Olahraga 4 Jam Seminggu Bisa Tingkatkan Kehidupan Seks dan Orgasme!

Cukup Olahraga 4 Jam Seminggu Bisa Tingkatkan Kehidupan Seks dan Orgasme!

Health | Rabu, 23 Juni 2021 | 16:30 WIB

Tak Cuma Kepuasan, Ini Manfaat Tersembunyi Orgasme Saat Berhubungan Seks

Tak Cuma Kepuasan, Ini Manfaat Tersembunyi Orgasme Saat Berhubungan Seks

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 20:50 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB