Termasuk Menu Sarapan Paling Populer, Sereal Ternyata Pilihan Buruk

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:00 WIB
Termasuk Menu Sarapan Paling Populer, Sereal Ternyata Pilihan Buruk
Ilustrasi sereal. (Pixabay)

Suara.com - Mengisi perut dengan sarapan di pagi hari akan membuat seseorang lebih berenergi sepanjang hari. Namun demikian, jangan sembarang memilih menu sarapan.

Sebab studi tahun 2018 menemukan bahwa sangat buruk untuk makan sarapan yang tidak sehat ketimbang tidak sarapan sama sekali.

Contohnya salah satu menu sarapan yang paling populer, yakni sereal, justru menjadi pilihan buruk.

Dilansir dari Eat This, sereal biasanya sarat dengan tambahan gula namun rendah nutrisi penting.

Monique Tello, MD, MPH mengatakan kepada Harvard Health Publishing bahwa pilihan sarapan seperti sereal, muffin, dan bagel dapat berdampak negatif pada kadar gula darah dan insulin.

"Insulin dengan mudah mengantarkan semua gula itu ke dalam sel-sel lemak Anda, di mana ia menjadi energi yang tersimpan, juga dikenal sebagai lemak tubuh," jelas Tello.

Makan sereal dan susu (Pixabay/ponce_photography)
Makan sereal dan susu (Pixabay/ponce_photography)

Gula tambahan tidak hanya menyebabkan penambahan berat badan, peningkatan risiko diabetes, dan tingkat tekanan darah yang lebih tinggi, tetapi jumlah gula yang lebih besar di pagi hari ini dapat memiliki efek yang bertahan lama sepanjang hari.

Dalam ulasan yang terbit di The Journal of Physiology tentang hubungan antara kesehatan otak dan diet penuh gula tambahan, menemukan bahwa makan gula dalam jumlah yang lebih tinggi dengan jumlah lemak sehat yang lebih rendah sebenarnya dapat menyebabkan fungsi kognitif yang lebih rendah.

Di sisi lain, karbohidrat olahan dengan banyak tambahan gula seperti sereal akan membuat Anda merasa lebih lapar sepanjang hari.

Baca Juga: Zodiak Kesehatan Hari Ini, Senin 4 Oktober 2021: Aries Sebaiknya Sarapan Oatmeal

Menurut Harvard School of Public Health , ketika Anda makan makanan yang lebih tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan, tubuh Anda menyimpannya sebagai lemak dengan sangat cepat.

Mereka menemukan bahwa jenis makanan ini tidak hanya menyebabkan penambahan berat badan, tetapi juga berkontribusi pada lebih banyak kelesuan dan peningkatan rasa lapar dan mengidam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI