alexametrics

Pandemi Covid-19: Banyak Perusahaan Naikkan Anggaran Layanan Kesehatan

Bimo Aria Fundrika
Pandemi Covid-19: Banyak Perusahaan Naikkan Anggaran Layanan Kesehatan
Ilustrasi tenaga kesehatan. (Unsplash)

Sejumlah perusahaan menaikkan anggaran layanan kesehatan untuk pekerjanya.

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan lebih peduli dengan kesehatan pekerjanya. Bahkan, sejumlah perusahaan menaikkan anggaran layanan kesehatan untuk pekerjanya.

“Selama pandemi banyak perusahaan yang menaikkan anggaran mereka untuk healthcare. Kami melihat ada peluang untuk menawarkan paket layanan kesehatan berbasis teknologi dengan harga yang masih terjangkau untuk perusahaan,” ujar Chief Commercial Officer SehatQ, Andrew Sulistya.

Situasi ini yang kemudian membuat start up di bidang teknologi kesehatan SehatQ memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke arah korporasi atau B2B. Keputusan ini dianggap langkah yang tepat terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Platform layanan kesehatan SehatQ. (Dok: Istimewa)
Platform layanan kesehatan SehatQ. (Dok: Istimewa)

“Ini membuktikan bahwa platform kami diterima dengan baik oleh konsumen. Dengan modal data pengunjung yang tinggi ini, kami ingin mengembangkan bisnis dengan menyediakan berbagai layanan untuk perusahaan.” ungkapnya.

Baca Juga: Peringatan Sri Mulyani: Pandemi Ini Tidak akan Selesai dan Bukan yang Terakhir

Andrew mengatakan, bahwa ada beberapa paket layanan kesehatan yang telah disiapkan oleh pihaknya. Di antaranya adalah program digital membership (DigiQare) bagi karyawan perusahaan.

Dengan program ini karyawan mendapatkan berbagai kemudahan untuk mengakses layanan kesehatan, seperti melakukan konsultasi gratis dengan dokter umum, maupun menggunakan fitur lain seperti konsultasi dokter spesialis, booking layanan kesehatan di rumah sakit, klinik, laboratorium, hingga mendapatkan voucher untuk membeli obat di toko online SehatQ.

Selain itu ada juga layanan Healthcare Service on Demand yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Mulai dari paket isolasi mandiri, program vaksinasi hingga medical check up.

Layanan tadi diharapkan jadi akan mempermudah karyawan untuk mengakses layanan yang diperlukan. Perusahaan pun memiliki dashboard untuk memantau penggunaan layanan kesehatan dari karyawannya, sehingga baik perusahaan maupun karyawan bekerja dengan nyaman terutama di masa pandemi ini.

Andrew menambahkan, dengan adanya target market yang baru ini diharapkan pada akhir 2022, pihaknya bisa bekerjasama dengan lebih dari 200 perusahaan di Tanah Air dengan target penambahan membership hingga lebih 30,000 orang. Selain itu, lanjut Andrew, bahwa pihaknya tetap akan menambah jumlah rekanan apotek dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Baca Juga: Update 19 Oktober: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 902, Jadi 4.236.287 Orang

“Kami menargetkan hingga akhir 2022, jumlah rekanan apotek dan Fasyankes bisa mencapai lebih dari 1,500 partner,” imbuhnya.

Komentar