Vaksin Covid-19 Covaxin Aman untuk Anak-Anak, Ketahui Efek Sampingnya

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:32 WIB
Vaksin Covid-19 Covaxin Aman untuk Anak-Anak, Ketahui Efek Sampingnya
Ilustrasi Vaksin Covid-19, vaksin Covaxin. (Pixabay)

Suara.com - Vaksin Covaxin menjadi salah satu vaksin Covid-19 pertama di India yang mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat. Berdasarkan Rekomendasi SEC (Subject Expert Committee), vaksin Covid-19 ini telah disetujui secara selektif untuk digunakan pada anak-anak usia 2-18 tahun.

Saat ini dilansir dari Times of India, para ahli sedang menunggu izin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa vaksin Covaxin tersebut merupakan vaksin dari virus corona Covid-19 asli yang tidak aktif dan dikembangkan oleh Bharat Biotech.

Vaksin Covaxin ini pun akan diluncurkan untuk anak-anak secara bertahap, terutama untuk anak-anak yang memiliki komorbiditas atau penyakit bawaan.

Pada anak-anak, vaksin Covid-19 ini bisa bekerja efektif yang diberikan sebagai dua dosis dengan jeda waktu 28 hari. Meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak mungkin membutuhkan vaksin Covid-19 dosis tunggal atau lebih rendah dibandingkan dewasa.

Walaupun vaksin Covaxin ini terlihat hanya memiliki lebih sedikit efek samping dari vaksin Covid-19 lainnya, tetap ada efek samping yang paling umum, termasuk gejala mirip flu.

Ilustrasi Vaksin Covid-19, Covaxin (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19, Covaxin (pixabay)

Karena efek samping setelah suntik vaksin dianggap sebagai cara tubuh membangun kekebalan, beberapa efek sampingnya bisa hilang dalam waktu 2-3 hari, seperti demam, nyeri di tempat suntikan, mengantuk, kemerahan, nyeri tubuh dan kelelahan.

Sejauh ini, efek samping dan reaksi yang merugikan dari vaksin Covaxin belum ditemukan. Anak-anak yang memiliki kepekaan atau reaksi buruk sebelumnya terhadap vaksin Covid-19 mungkin membutuhkan perawatan medis lebih.

Orang dengan gangguan kekebalan bisa membuat beberapa orang rentan untuk memiliki respons yang tidak efisien terhadap vaksin Covid-19 dan tidak mendapatkan respons yang tepat.

Komorbiditas dan kepekaan tertentu juga dapat membuat beberapa orang ragu-ragu untuk suntik vaksin Covid-19. Tapi, anak-anak yang berisiko harus disuntik vaksin Covid-19 secepatnya.

baca juga

Karena, tidak suntik vaksin Covid-19 bisa menempatkan mereka pada risiko infeksi virus corona Covid-19 parah yang lebih besar dan mengalami komplikasi, seperti MIS-C.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Ungkap 3 Alasan Pentingnya Pemberian Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga

WHO Ungkap 3 Alasan Pentingnya Pemberian Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga

Health | Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Konsumsi Suplemen Ini Bisa Lindungi Tubuh dari Virus Corona Covid-19

Konsumsi Suplemen Ini Bisa Lindungi Tubuh dari Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:20 WIB

Lansia Tertua Berusia 102 Tahun di Kota Tegal Ikuti Vaksinasi Covid-19

Lansia Tertua Berusia 102 Tahun di Kota Tegal Ikuti Vaksinasi Covid-19

Foto | Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×