alexametrics

Vaksin Covid-19 Covaxin Aman untuk Anak-Anak, Ketahui Efek Sampingnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Vaksin Covid-19 Covaxin Aman untuk Anak-Anak, Ketahui Efek Sampingnya
Ilustrasi Vaksin Covid-19, vaksin Covaxin. (Pixabay)

Vaksin Covid-19 Covaxin terbukti aman untuk anak-anak, sehingga akan segera diluncurkan di India.

Suara.com - Vaksin Covaxin menjadi salah satu vaksin Covid-19 pertama di India yang mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat. Berdasarkan Rekomendasi SEC (Subject Expert Committee), vaksin Covid-19 ini telah disetujui secara selektif untuk digunakan pada anak-anak usia 2-18 tahun.

Saat ini dilansir dari Times of India, para ahli sedang menunggu izin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa vaksin Covaxin tersebut merupakan vaksin dari virus corona Covid-19 asli yang tidak aktif dan dikembangkan oleh Bharat Biotech.

Vaksin Covaxin ini pun akan diluncurkan untuk anak-anak secara bertahap, terutama untuk anak-anak yang memiliki komorbiditas atau penyakit bawaan.

Pada anak-anak, vaksin Covid-19 ini bisa bekerja efektif yang diberikan sebagai dua dosis dengan jeda waktu 28 hari. Meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak mungkin membutuhkan vaksin Covid-19 dosis tunggal atau lebih rendah dibandingkan dewasa.

Baca Juga: Studi CDC: Vaksin Covid-19 Pfizer Efektif 93 Persen Cegah Sakit Parah Pada Usia Remaja

Walaupun vaksin Covaxin ini terlihat hanya memiliki lebih sedikit efek samping dari vaksin Covid-19 lainnya, tetap ada efek samping yang paling umum, termasuk gejala mirip flu.

Ilustrasi Vaksin Covid-19, Covaxin (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19, Covaxin (pixabay)

Karena efek samping setelah suntik vaksin dianggap sebagai cara tubuh membangun kekebalan, beberapa efek sampingnya bisa hilang dalam waktu 2-3 hari, seperti demam, nyeri di tempat suntikan, mengantuk, kemerahan, nyeri tubuh dan kelelahan.

Sejauh ini, efek samping dan reaksi yang merugikan dari vaksin Covaxin belum ditemukan. Anak-anak yang memiliki kepekaan atau reaksi buruk sebelumnya terhadap vaksin Covid-19 mungkin membutuhkan perawatan medis lebih.

Orang dengan gangguan kekebalan bisa membuat beberapa orang rentan untuk memiliki respons yang tidak efisien terhadap vaksin Covid-19 dan tidak mendapatkan respons yang tepat.

Komorbiditas dan kepekaan tertentu juga dapat membuat beberapa orang ragu-ragu untuk suntik vaksin Covid-19. Tapi, anak-anak yang berisiko harus disuntik vaksin Covid-19 secepatnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Indonesia Kembali Kedatangan Jutaan Vaksin Covid-19

Karena, tidak suntik vaksin Covid-19 bisa menempatkan mereka pada risiko infeksi virus corona Covid-19 parah yang lebih besar dan mengalami komplikasi, seperti MIS-C.

Komentar