Mix and Match Vaksin Covid-19 Dinilai Aman dan Efektif, Begini Datanya Berdasarkan Studi

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:03 WIB
Mix and Match Vaksin Covid-19 Dinilai Aman dan Efektif, Begini Datanya Berdasarkan Studi
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 berbeda sebagai penguat atau booster sejak Rabu (20/10/2021) kemarin.

Artinya, seseorang bisa menerima booster Moderna meski pada awalnya orang tersebut mendapat Johnson & Johnson.

Studi dan data empiris menunjukkan pendekatan vaksinasi 'mix and match' ini aman. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa lebih efektif dibanding satu jenis suntikan vaksin saja.

Pengumuman FDA ini menyusul studi awal National Institutes of Health (NIH) yang sedang berlangsung, lapor Live Science.

Pada 15 Oktober lalu, sekelompok peneliti mempresentasikan hasil studi awal mereka yang diunggah ke medRxiv, tetapi belum ditinjau sejawat.

Para peneliti menguji sembilan kombinasi berbeda dari vaksin Johnson & Johnson, Moderna dan Pfizer, yang diberikan kepada 458 peserta. Mereka menemukan pencampuran itu aman dan sangat efektif.

Data hasil studi NIH (LiveScience)
Data hasil studi NIH (LiveScience)

Menerima booster dapat meningkatkan jumlah sirkulasi antibodi penetral, termasuk antibodi.

Data Empiris

Beberapa negara telah melakukan mix and match vaksin, salah satunya Turki, dan hal in bisa menjadi data empiris tambahan.

baca juga

Turki telah memvaksinasi orang-orang yang awalnya menerima vaksin Covid-19 Sinovac dengan booster Pfizer.

Inggris dan Kanada juga telah melakukan pencampuran vaksin AstraZeneca dengan Pfizer, yang menunjukkan bahwa cara pencampuran dan pencocokan booster ini aman serta efektif.

Efek samping yang ditunjukkan juga tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada vaksinasi awal.

"Apa yang kita lihat pada dasarnya adalah jenis (reaksi merugikan) yang sama dengan kita lihat pada dosis pertama dan kedua dari vaksin ini. Tetapi tidak ada yang lebih buruk atau menakutkan. Bukti menunjukkan ini cukup aman," kata dokter penyakit menular, Carlos Malvestutto, di The Ohio State University Wexner Medical Center.

Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa pencampuran serta pencocokan vaksin ini dapat menyebabkan respons imun yang lebih luas, yang kemungkinan lebih mampu merespons varian SARS-CoV-2 lain di masa depan.

Tetapi, Malvestutto mengatakan ada hal lain yang seharusnya juga diperhatikan selain antibodi, yakni apa yang dikenal sebagai sel memori.

Sel ini bersirkulasi dalam tubuh dalam waktu lama setelah tingkat antibodi penetral habis. Selain itu, sel ini juga mendorong sistem kekebalan untuk membuat antibodi yang lebih spesifik setelah terpapar patogen.

"Bagaimana pun, data menunjukkan bahwa pencampuran dan pencocokan ini aman dan efektif. Tetapi pesan paling pentingnya adalah agar orang menyelesaikan vaksinasi awal, dan jika termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, bisa mendapatkan booster," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM AS Beri Izin Edar Suntikan Booster Moderna dan Johnson & Johson

BPOM AS Beri Izin Edar Suntikan Booster Moderna dan Johnson & Johson

Health | Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:46 WIB

FDA Dukung Suntikan Booster Vaksin Johnson & Johnson untuk 18 Tahun ke Atas

FDA Dukung Suntikan Booster Vaksin Johnson & Johnson untuk 18 Tahun ke Atas

Health | Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Bolehkah Suntik Booster Vaksin Covid-19 saat Flu? Ini Jawabannya

Bolehkah Suntik Booster Vaksin Covid-19 saat Flu? Ini Jawabannya

Health | Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×