alexametrics

Karena Penasaran, Remaja 13 Tahun Memasukkan Jarum Jahit ke Lubang Saluran Kencing!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Karena Penasaran, Remaja 13 Tahun Memasukkan Jarum Jahit ke Lubang Saluran Kencing!
Ilustrasi penis (Pixabay/derneumann)

Karena kasus ini, dokter mengingatkan perlunya pendidikan seks dan kesehatan reproduksi untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Suara.com - Seorang remaja berusia 13 tahun asal provinsi Jiangsu, China, memasukkan jarum jahit ke lubang saluran kencing atau uretra dan membiarkannya selama dua minggu.

Ketika ia mengeluh sakit dan urine-nya berdarah, orangtuanya melarikan sang remaja ke Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran di Nanjing pekan lalu.

Setelah sang anak menjalani pemeriksaan sinar-X, dokter menemukan benda tersebut. Remaja yang tidak disebutkan identitasnya itu mengaku sengaja memasukkan jarum ke dalam uretranya karena penasaran.

Akhirnya dokter mengangkat jarum tersebut melalui operasi yang memakan waktu lebih dari satu jam.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 3 Masalah Kesehatan Seksual yang Bisa Ganggu Hubungan Seks

"Dia datang ke sini karena tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya, Kami melihat jarum setelah memberinya pemeriksaan X-ray. Itu sangat panjang dan cukup dalam," lata dokter Guo Yunfei, yang merawat sang remaja, lapor Asia One.

Ilustrasi jarum. (Shutterstock)
Ilustrasi jarum. (Shutterstock)

Tidak ingin ada kejadian yang sama, dokter memperingatkan bahwa memasukkan benda ke dalam uretra adalah tindakan berbahaya. Sebab, benda asing ini dapat menyebabkan infeksi dan pendarahan saluran kemih.

Namun, Yunfei mengatakan bahwa hal ini adalah umum di kalangan remaja yang sedang bereksperimen dengan tubuh mereka, terutama selama periode perubahan fisik.

"Kami menerima pasien muda seperti itu setiap tahun dengan segala macam kasus aneh. Yang paling sering kami temui di sebelumnya adalah kabel listrik dan kabel earphone, dan kami juga menemui kasus jarum serta manik-manik magnet," sambungnya.

Guo Yunfei mendesak perlunya pendidikan seks yang lebih memadai dan lengkap untuk anak-anak serta remaja China. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa kelompok ini sering kekurangan pemahaman dasar tentang kesehatan reproduksi dan perkembangan fisik di masa remaja.

Baca Juga: Vitalitas Pria Rendah, 5 Cara Ini Ampuh untuk Bikin Gairah Seks Meningkat

Komentar