Wajib Tahu, Ini 3 Masalah Kesehatan Seksual yang Bisa Ganggu Hubungan Seks

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:55 WIB
Wajib Tahu, Ini 3 Masalah Kesehatan Seksual yang Bisa Ganggu Hubungan Seks
Ilustrasi hubungan seks (Shutterstock)

Suara.com - Saat mendengar tentang masalah seksual yang seringkali terdengar ialah soal rendahnya libido dan gairah.

Padhal, masalah kesehatan reproduksi perempuan sangat kompleks. Bahkan, kesehatan seksual dapat dikaitkan dengan kehidupan seks yang seharusnya menyenangkan.

Nah, bagi yang belum tahu, berikut ini masalah kesehatan seksual yang bisa mengganggu hubungan seks.

1. Masalah orgasme

Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]
Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]

Jika berbicara tentang orgasme, itu dapat didefinisikan sebagai perasaan senang dan gembira yang luar biasa.

Dilansir dari Healthshots, Dr Madhuri Burande Laha, konsultan dokter kandungan dan ginekolog, Motherhood Hospital, Pune mengataka aaAda sebagian besar wanita yang mungkin memperhatikan masalah ini.

"Bisa diklasifikasikan sebagai primer, yaitu ketika seorang perempuan belum pernah mengalami orgasme. Sekunder adalah ketika seorang perempuan telah mengalami orgasme di masa lalu, tetapi tidak dapat memilikinya sekarang.”

2. Gairah seks rendah

Ada kalanya libido rendah membuat sulit mendapatkan mood untuk berhubungan seks. Sejujurnya, ada beberapa alasan yang dapat menyebabkan hal ini.

baca juga

Menurut Dr Laha, kurangnya pengetahuan tentang seks, perasaan stres atau depresi dan masalah hubungan bisa menjadi biang keladinya.

Ia juga melanjutkan bahwa penurunan gairah seks terlihat selama kehamilan, setelah melahirkan. Bisa juga karena kelelahan, diabetes, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, atau trauma mental selama masa stres.

3. Vaginismus

Vaginismus adalah kejang otot vagina yang tidak disengaja yang terjadi ketika sesuatu memasuki vagina. Tak perlu dikatakan, itu bisa membuat hubungan seksual menjadi urusan yang rumit bagi wanita yang memiliki kondisi ini.

“Akan ada rasa sakit yang luar biasa di vagina saat berhubungan. Ini terjadi berkali-kali pada gadis yang baru menikah, juga karena banyak orang mengaitkan seks dengan rasa sakit," kata dia.

Laha juga melanjutkan bahwa kondisi ini bisa menyakitkan untuk beberapa kali pertama, tetapi dapat diselesaikan melalui konseling psikologis, pengobatan infeksi jika ada, serta pemeriksaan oleh dokter kandungan untuk menyingkirkan penyumbatan di vagina.

Dr Laha mengatakan masalah kesehatan seksual ini dapat mencuri ketenangan pikiran Anda dan membuat Anda kesulitan. Anda mungkin juga menderita beberapa komplikasi yang tidak perlu. Oleh karena itu, intervensi tepat waktu adalah kunci untuk mengelola masalah kesehatan seksual ini secara efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlu Tahu! 3 Infeksi Menular Seksual yang Paling Sering Terjadi Pada Lelaki

Perlu Tahu! 3 Infeksi Menular Seksual yang Paling Sering Terjadi Pada Lelaki

Health | Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:15 WIB

LPSK Akan Mendampingi Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual Mantan Kapolsek Parigi

LPSK Akan Mendampingi Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual Mantan Kapolsek Parigi

Sulsel | Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:38 WIB

Merangkum Kesaksian Korban: Sulitnya Pembuktian Kasus Kekerasan Seksual

Merangkum Kesaksian Korban: Sulitnya Pembuktian Kasus Kekerasan Seksual

Video | Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:05 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×