alexametrics

Penelitian: Diet Ketat Bisa Bikin Langsing, Tapi Juga Memperlemah Kekebalan Tubuh

Yasinta Rahmawati
Penelitian: Diet Ketat Bisa Bikin Langsing, Tapi Juga Memperlemah Kekebalan Tubuh
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Diet ketat mungkin membantu Anda lebih langsing, namun bisa merugikan kesehatan karena memengaruhi kekebalan tubuh.

Suara.com - Untuk menurunkan berat badan, banyak orang memilih melakukan diet ketat maupun sangat membatasi asupan kalori makanan. Diet ketat mungkin membantu Anda lebih langsing, namun bisa merugikan kesehatan karena memengaruhi kekebalan tubuh.

Sebuah studi Iran yang diterbitkan dalam American Journal of Translational Research bertujuan untuk mengevaluasi apakah pembatasan kalori yang signifikan akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Dalam studi tersebut, tim dokter spesialis gizi dan kesehatan masyarakat mengumpulkan 29 peserta wanita yang kelebihan berat badan, dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 30 kg/m² (yang merupakan patokan American Heart Association untuk obesitas).

Dilansir dari Eat This, di sini para peneliti membagi 29 wanita menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen menjalani pengobatan untuk menurunkan berat badan, selain melakukan diet yang meminta mereka untuk mengonsumsi 600 kalori lebih sedikit per hari daripada kebutuhan kalori standar.

Baca Juga: Diet Soda Bikin Wanita Ingin Makan Lebih Sedikit tapi Tinggi Kalori

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Di sisi lain, kelompok peserta lainnya bisa makan dengan leluasa. Baik pada awal percobaan dan setelah kelompok eksperimen kehilangan 10% dari berat badan mereka.

Hasil menunjukkan, pembatasan makanan yang agresif dapat menyebabkan beberapa pelaku diet menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Di sini para peneliti mengukur jumlah limfosit (sejenis sel darah putih yang mendukung fungsi kekebalan tubuh) di masing-masing peserta.

Mereka menyatakan bahwa bagi wanita yang menjalani pembatasan kalori dan pengobatan untuk menurunkan 10% dari berat badan mereka, ditemukan "sel pembunuh alami" (sel yang merupakan kunci sistem kekebalan tubuh) menurun.

Sementara itu, untuk kelompok kontrol yang makan dengan bebas, para peneliti melaporkan bahwa tidak ada perubahan signifikan yang diamati pada penanda kekebalan yang diukur.

Baca Juga: Alami 19 Kali Keguguran, Wanita Ini Akhirnya Berhasil Melahirkan Bayi Berukuran Besar!

Dari temuan mereka, para peneliti menyimpulkan penurunan berat badan yang diinduksi pembatasan kalori mungkin secara independen melemahkan pertahanan kekebalan antivirus. Namun mereka mencatat bahwa uji klinis lebih lanjut pada subjek diperlukan.

Meski begitu, hasil penelitian ini seharusnya tidak menyurutkan Anda untuk menurunkan berat badan agar lebih sehat.

Komentar