Penelitian: Diet Ketat Bisa Bikin Langsing, Tapi Juga Memperlemah Kekebalan Tubuh

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 15:36 WIB
Penelitian: Diet Ketat Bisa Bikin Langsing, Tapi Juga Memperlemah Kekebalan Tubuh
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Untuk menurunkan berat badan, banyak orang memilih melakukan diet ketat maupun sangat membatasi asupan kalori makanan. Diet ketat mungkin membantu Anda lebih langsing, namun bisa merugikan kesehatan karena memengaruhi kekebalan tubuh.

Sebuah studi Iran yang diterbitkan dalam American Journal of Translational Research bertujuan untuk mengevaluasi apakah pembatasan kalori yang signifikan akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Dalam studi tersebut, tim dokter spesialis gizi dan kesehatan masyarakat mengumpulkan 29 peserta wanita yang kelebihan berat badan, dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 30 kg/m² (yang merupakan patokan American Heart Association untuk obesitas).

Dilansir dari Eat This, di sini para peneliti membagi 29 wanita menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen menjalani pengobatan untuk menurunkan berat badan, selain melakukan diet yang meminta mereka untuk mengonsumsi 600 kalori lebih sedikit per hari daripada kebutuhan kalori standar.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Di sisi lain, kelompok peserta lainnya bisa makan dengan leluasa. Baik pada awal percobaan dan setelah kelompok eksperimen kehilangan 10% dari berat badan mereka.

Hasil menunjukkan, pembatasan makanan yang agresif dapat menyebabkan beberapa pelaku diet menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Di sini para peneliti mengukur jumlah limfosit (sejenis sel darah putih yang mendukung fungsi kekebalan tubuh) di masing-masing peserta.

Mereka menyatakan bahwa bagi wanita yang menjalani pembatasan kalori dan pengobatan untuk menurunkan 10% dari berat badan mereka, ditemukan "sel pembunuh alami" (sel yang merupakan kunci sistem kekebalan tubuh) menurun.

Sementara itu, untuk kelompok kontrol yang makan dengan bebas, para peneliti melaporkan bahwa tidak ada perubahan signifikan yang diamati pada penanda kekebalan yang diukur.

baca juga

Dari temuan mereka, para peneliti menyimpulkan penurunan berat badan yang diinduksi pembatasan kalori mungkin secara independen melemahkan pertahanan kekebalan antivirus. Namun mereka mencatat bahwa uji klinis lebih lanjut pada subjek diperlukan.

Meski begitu, hasil penelitian ini seharusnya tidak menyurutkan Anda untuk menurunkan berat badan agar lebih sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Defisit Kalori dan Bagaimana Cara Mencapainya dengan Mudah

Apa Itu Defisit Kalori dan Bagaimana Cara Mencapainya dengan Mudah

Lifestyle | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:31 WIB

Hits Health: Zodiak Terbanyak yang Sudah Divaksinasi, Ivan Gunawan Diet Ketat

Hits Health: Zodiak Terbanyak yang Sudah Divaksinasi, Ivan Gunawan Diet Ketat

Health | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:21 WIB

Astaga! Kasus Obesitas Bisa Ancam Peradaban Manusia

Astaga! Kasus Obesitas Bisa Ancam Peradaban Manusia

Surakarta | Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:30 WIB

Terkini

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:43 WIB

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Harga Mobil Listrik Kini Lebih Murah dari Hybrid

Harga Mobil Listrik Kini Lebih Murah dari Hybrid

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Didakwa Terima USD 271.500 Kasus Haji, Yaqut Siapkan Perlawanan

Didakwa Terima USD 271.500 Kasus Haji, Yaqut Siapkan Perlawanan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:34 WIB

×