Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta

Bimo Aria Fundrika

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:00 WIB
Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Para peneliti dan otoritas kesehatan Inggris secara resmi mengatkaan bahwa akan mencari subvarian dari strain varian Delta virus corona. Langkah tersebut dilakukan setelah terlihat pada semakin banyak kasus.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), sebuah badan perlindungan kesehatan masyarakat, mengatakan AY.4.2, yang pekan lalu terlihat pada enam persen kasus, telah "ditunjuk sebagai varian yang sedang diselidiki" tetapi belum menjadi "varian yang menjadi perhatian". Demikian seperti dilansir dari France24. 

"Penunjukan itu dibuat atas dasar bahwa sub-garis keturunan ini telah menjadi semakin umum di Inggris dalam beberapa bulan terakhir, dan ada beberapa bukti awal bahwa itu mungkin memiliki tingkat pertumbuhan yang meningkat di Inggris dibandingkan dengan Delta," kata badan tersebut.

Mereka mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak bukti untuk mengetahui apakah ini karena perubahan perilaku virus atau kondisi epidemiologis.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

UKHA mengatakan varian Delta "sangat dominan" di Inggris, terhitung 99,8 persen dari semua kasus.

Tetapi pada 20 Oktober, ada 15.120 kasus subvarian AY.4.2, yang pertama kali terdeteksi pada Juli, ketika pembatasan virus corona dicabut di seluruh negeri.

"Sementara bukti masih muncul, sejauh ini tampaknya varian ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin yang saat ini digunakan menjadi kurang efektif," tambah UKHA.

Inggris saat ini berjuang melawan tingkat infeksi tertinggi kedua di dunia, di belakang Amerika Serikat, dengan lebih dari 50.000 kasus tercatat pada Kamis - tertinggi sejak Juli.

Pada hari Jumat, hampir 50.000 kasus baru ditambahkan, dan 180 kematian dalam 28 hari setelah tes positif, menjadikan korban keseluruhan sejak awal wabah menjadi 139.326.

baca juga

Tingkat infeksi yang tinggi di antara anak-anak usia sekolah dikatakan bertanggung jawab atas melonjaknya angka tersebut, dan telah mendorong seruan untuk beberapa langkah darurat untuk diperkenalkan kembali.

Menteri Kesehatan Sajid Javid mengatakan minggu ini bahwa kasus bisa mencapai 100.000 per hari, karena iklan baru diluncurkan untuk mendorong penggunaan suntikan booster dan suntikan flu.

Kekhawatiran telah meningkat tentang berkurangnya tingkat kekebalan, mengingat Inggris memulai kampanye vaksinasi pada Desember tahun lalu, sebelum banyak negara lain.

Tetapi pemerintah menolak seruan untuk mengenakan masker di ruang dalam ruangan yang ramai lagi, bahkan ketika pejabat kesehatan mengatakan itu dapat membantu memotong penularan kontak dekat dan meringankan beban rumah sakit selama bulan-bulan musim dingin mendatang.

Para menteri mengatakan tingkat vaksinasi telah membantu memutus hubungan antara rawat inap di rumah sakit untuk kasus Covid-19 yang lebih serius dan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Ungkap 105 Daerah Masih Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Luhut Ungkap 105 Daerah Masih Alami Kenaikan Kasus Covid-19

News | Senin, 25 Oktober 2021 | 15:54 WIB

Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp 4,63 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp 4,63 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 15:22 WIB

Kasus Covid-19 di China Meningkat Lagi, Apa Sebabnya?

Kasus Covid-19 di China Meningkat Lagi, Apa Sebabnya?

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 15:50 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×