Array

Lebih Sehat Mana, Donor Darah atau Bekam? Ini Kata Dokter Zaidul Akbar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:56 WIB
Lebih Sehat Mana, Donor Darah atau Bekam? Ini Kata Dokter Zaidul Akbar
Ilustrasi bekam. (Elements Envato)

Suara.com - Lantaran sama-sama mengeluarkan darah, banyak yang menyandingkan aktivitas donor darah dengan bekam. Namun, Dokter Zaidul Akbar tidak sepakat, dan mengatakan donor darah dan bekam adalah dua hal berbeda.

"Jadi nggak sama donor darah sama bekam, jauh banget itu langit sama bumi," ujarnya dalam kanal YouTube, Selasa (26/10/2021).

Dr. Zaidul menjelaskan jika donor darah diambil dari pembuluh darah vena dengan patokan atau tolok ukur darah yang akan dikeluarkan berkisar antara 400 hingga 450 cc.

Sedangkan berbeda dengan metode bekam, yang mengeluarkan darah dari pembuluh darah kapiler, yang dampaknya menurut dr. Zaidul bisa meningkatkan imunitas.

"Jadi sebenarnya dari dua tempat itu berbeda, proses mekanisme antara donor darah dan bekam itu sama sekali beda," tuturnya.

Dokter pencetus jurus sehat rasulullah (JSR) itu juga menerangkan efek bekam dan donor darah pada tubuh juga memiliki perbedaan.

Pada donor darah umumnya bisa memberikan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan darah. Selain itu beberapa manfaat lainnya bisa merangsang pertumbuhan sel darah baru.

"Kalau bekam secara manfaat tubuh itu banyak, bisa menurunkan tensi tekanan darah dan meningkatkan sistem imun. Bahkan hidrosefalus saat dibekam dengan benar bisa mengurangi hidrosefalusnya," pungkas dr. Zaidul Akbar.

Selain itu, berikut ini manfaat donor darah mengutip Hello Sehat:

Baca Juga: 7 Manfaat Bekam yang Mengejutkan untuk Kesehatan Tubuh

1. Menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah
Menurut American Journal of Epidemiology, kegiatan donor darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 33 persen dan serangan jantung sebesar 88 persen.

American Medical Association mengatakan dengan mendonorkan darah setiap 6 bulan sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada usia 43 hingga 61 tahun.

2. Menurunkan risiko kanker
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute, kelebihan zat besi dapat menyebabkan kerusakan radikal bebas yang membuat Anda berisiko terhadap kanker dan penuaan.

3. Bantu menurunkan berat badan
Menurut University of California San Diego, mendonorkan darah sebanyak 450 mililiter ternyata dapat membakar sebanyak 650 kalori.

Itu sebabnya, donor darah juga bermanfaat untuk menjaga berat badan tetap ideal dan menjauhkan Anda dari risiko obesitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI