Amerika Serikat Rekomendasikan Vaksin Pfizer Untuk Anak 5-11 Tahun

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:27 WIB
Amerika Serikat Rekomendasikan Vaksin Pfizer Untuk Anak 5-11 Tahun
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Sebuah panel medis dari pemerintah Amerika Serikat mendukung vaksin Pfizer Covid-19 untuk anak berusia 5 hingga 11. Rekomendasi ini akan membuka jalan bagi anak-anak yang ingin mendapatkan suntikan dalam beberapa minggu mendatang.

Melansir dari Medical Express, Administrasi Makanan dan Obat-Obatan (FDA), yang mengadakan pertemuan terkait vaksinasi itu, diharapkan akan segera memberi lampu hijaunya, mengingat 28 juta anak di Amerika perlu mendapatkan suntikan pada pertengahan November mendatang.

“Cukup jelas bagi saya, bahwa manfaatnya lebih besar daripada risikonya, ketika saya mendengar tentang anak-anak yang dimasukkan ke ICU, yang memiliki efek jangka panjang setelah Covid-19, dan anak dengan kondisi sekarat,” ungkap perwakilan dari Center Of CDC, Amanda Cohn.

Dokter Anak dari Rumah Sakit Anak Philadelphia, Paul Offit, menyebut bahwa banyak anak berisiko tinggi tertular Covid-19. Dan risiko terjadinya myocarditis sebagai salah satu efek pasca vaksinasi, sangatlah rendah. Mengingat anak hanya diberik dosis 10 mikrogram, lebih rendah dibandingkan dosis 30 mikrogram untuk usia yang lebih tua.

Meski demikian, beberapa ahli mengatakan tidak akan mendukung rekomendasi vaksin itu. Sebab, vaksin menjadi keputusan pribadi antara keluarga dan anak.

Mengapa Pfizer?
Analisis oleh Pfizer yang diposting FDA sebelum pertemuan menunjukkan vaksin tersebut 90,7 persen efektif mencegah gejala Covid-19.

Ilmuwan FDA Hong Yang mempresentasikan model risiko-manfaat yang menunjukkan pada tingkat infeksi saat ini, vaksin akan mencegah lebih banyak kasus rawat inap akibat Covid-19 daripada yang mungkin disebabkan oleh miokarditis.

Dalam uji klinisnya, Pfizer mengevaluasi data keamanan dari total 3.000 peserta yang divaksinasi, dengan efek samping paling umum ringan atau sedang, termasuk nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan kedinginan.

Tidak ada kasus miokarditis atau perikarditis (peradangan di sekitar jantung), tetapi para ahli sepakat bahwa tidak ada cukup sukarelawan penelitian untuk dapat mendeteksi efek samping yang sangat langka.

Matthew Oster, seorang peneliti CDC, memberikan presentasi tentang apa yang diketahui sejauh ini tentang efek samping ini di antara kelompok yang sudah memenuhi syarat untuk vaksin.

Dari 877 kasus miokarditis yang diinduksi vaksin di bawah usia 29 tahun, sebanyak 829 dirawat di rumah sakit, menurut data resmi. Sebagian besar dipulangkan, tetapi lima tetap dalam perawatan intensif.

Angka itu mungkin akan lebih rendah pada kelompok usia lima hingga 11 tahun daripada di antara remaja laki-laki, karena dianggap terkait dengan testosteron.

Panel mempertimbangkan risiko teoretis ini terhadap pencegahan Covid-19, yang dapat menyebabkan miokarditis yang lebih sering dan parah.

Saat ini, secara keseluruhan, 57 persen dari total populasi di Amerika Serikat sudah divaksinasi lengkap.

Keyakinan terhadap vaksin telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi Amerika Serikat tetap berada di belakang negara G7 lainnya dalam persentase populasi yang divaksinasi lengkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan FDA Rekomendasikan Vaksin Pfizer untuk Anak 5 Hingga 11 Tahun

Ini Alasan FDA Rekomendasikan Vaksin Pfizer untuk Anak 5 Hingga 11 Tahun

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:16 WIB

Penuhi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Korea Selatan Siap Produksi Vaksin Sputnik

Penuhi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Korea Selatan Siap Produksi Vaksin Sputnik

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:58 WIB

Satgas COVID-19: 69 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksinasi COVID-19 Lengkap

Satgas COVID-19: 69 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksinasi COVID-19 Lengkap

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:09 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB