alexametrics

Ini Alasan FDA Rekomendasikan Vaksin Pfizer untuk Anak 5 Hingga 11 Tahun

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Ini Alasan FDA Rekomendasikan Vaksin Pfizer untuk Anak 5 Hingga 11 Tahun
Siswa sekolah dasar mendapatkan vaksinasi Covid-19 Pfizer di SDN Karawaci 5, Kota Tangerang, Banten. Senin 18/10. ( Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry)

Meski belum mengizinkan secara resmi, panel ahli BPOM Amerika Serikat yakni FDA merekomendasikan vaksin Pfizer BioNTech untuk anak usia 5 hingga 11 tahun.

Suara.com - Meski belum mengizinkan secara resmi, panel ahli BPOM Amerika Serikat yakni FDA merekomendasikan vaksin Pfizer BioNTech untuk anak usia 5 hingga 11 tahun.

Pendapat para panel ini disampaikan melalui siaran langsung pada Selasa, 26 Oktober 2021 saat membahas keamanan dan kemanjuran vaksin Pfizer pada anak kecil.

Mengutip Live Science, Rabu (27/10/2021), panel ahli FDA dengan suara bulat, yakni 17 dari 18 ahli merekomendasikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) anak 5 hingga 11 tahun, dengan satu orang panel abstain dari pemungutan suara.

Seperti diketahui anak berusia 5 hingga 11 tahun menyumbang lebih dari 1,9 juta kasus Covid-19 yang dilaporkan AS dan lebih dari 8.300 anak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Korea Selatan Siap Produksi Vaksin Sputnik

Vaksin Pfizer.  (Don Emmert/AFP)
Vaksin Pfizer. (Don Emmert/AFP)

Apalagi komplikasi serius akibat Covid-19 yang jarang terjadi, seperti sindrom inflamasi multisistem (MIS-C), yakni bagian tubuh seperti jantung dan paru-paru yang meradang lebih banyak terjadi pada kelompok usia ini.

Sedangkan dalam hasil uji klinisnya, Pfizer menunjukan keamanan dan kemanjuran vaksin kepada lebih dari 2.200 anak usia 5 hingga 11 tahun dengan dosis yang lebih rendah dari orang dewasa, dengan jarak antar dosis 21 hari.

Data uji klinis itu menunjukan bahwa vaksin itu 90,7 persen efektif mencegah gejala Covid-19 setelah seminggu usai dosis kedua diberikan pada anak 5 hingga 11 tahun, vaksin tersebut dinyatakan aman dan bisa ditoleransi dengan baik oleh tubuh.

Adapun efek samping yang paling umum dirasakan yakni nyeri di tempat suntikan, kelelahan dan sakit kepala, beberapa anak juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Namun tidak ada reaksi berat dan serius yang merugikan terkait vaksin tersebut.

Meski begitu dalam diskusi juga disebutkan panel ahli FDA menyoroti risiko anak mengalami miokarditis yakni radang otot jantung atau perikarditis yaitu radang lapisan di luar jantung sebagai efek samping langka.

Baca Juga: Satgas COVID-19: 69 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksinasi COVID-19 Lengkap

Namun efek samping ini sangat langka terjadi dan proporsinya sangat kecil terjadi pada anak yang divaksin menggunakan platform mRNA, baik Pfizer maupun mRNA.

Komentar