alexametrics

Survei AS: Milenial Jadi Generasi Paling Stres Selama Pandemi Covid-19

Vania Rossa | Lilis Varwati
Survei AS: Milenial Jadi Generasi Paling Stres Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi Stres (Pexels/Andrea Piacquadio)

Mereka lebih stres dalam membuat keputusan sehari-hari dan keputusan besar dalam hidup dibandingkan dengan kehidupan sebelum pandemi.

Suara.com - Milenial jadi generasi yang paling banyak alami stres selama pandemi Covid-19. Kondisi itu menyebabkan mereka kesulitan membuat keputusan dasar.

Survei dari American Psychological Association tentang "Stres in America" menemukan bahwa hampir 50 persen dari 3.000 responden generasi milenial mengaku harus berjuang lebih keras untuk melakukan tugas sehari-hari, akibat pengaruh dari kondisi virus corona yang terus menyebar.

Sebagai perbandingan, kondisi serupa hanya dialami 37 persen Gen Z, 32 persen Gen X, 14 persen boomer, dan 3 persen orang dewasa yang lebih tua.

Hampir sepertiga orang dewasa yang mengikuti Survei Ketahanan Covid online yang dilakukan oleh The Harris Poll mengatakan, kadang-kadang mereka sangat stres akibat pandemi. Sehingga untuk membuat keputusan dasar pun seringkali sulit.

Baca Juga: Kemenag Minta Lansia di Atas 60 Tahun Tetap Ibadah di Rumah

Lebih dari sepertiga responden juga mengatakan lebih stres dalam membuat keputusan sehari-hari dan keputusan besar dalam hidup dibandingkan dengan kehidupan sebelum pandemi.

Selain itu, 63 persen mengatakan, ketidakpastian dalam waktu dekat akibat situasi pandemi juga menyebabkan mereka stres. Sementara setengah responden menyebut pandemi telah membuat perencanaan masa depan mereka terasa mustahil.

"Ketika berbicara tentang stres secara keseluruhan, tidak mengherankan untuk menemukan bahwa generasi muda yang cenderung mengatakan mereka berjuang dengan keputusan dasar, juga melaporkan tingkat stres yang umumnya tinggi," kata para peneliti, dikutip dari Fox News.

Gen Z yang sudah berusia dewasa, milenial, dan Gen X melaporkan tingkat stres rata-rata lebih tinggi selama sebulan terakhir terkait dengan pandemi, daripada boomer dan orang dewasa yang lebih tua.

Sekitar setengah dari orang dewasa dan milenial juga Gen Z mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana cara mengelola stres yang dirasakan.

Baca Juga: Survei: Generasi Muda Indonesia Pilih Selamatkan Lingkungan Daripada Pertumbuhan Ekonomi

Akibat perasaan stres tersebut, hampir tiga perempat orang dewasa AS mengatakan mereka telah mengalami berbagai dampak kesehatan seperti sakit kepala, kewalahan, kelelahan, dan perubahan kebiasaan tidur.

Sebanyak 86 persen milenial melaporkan dampak stres, diikuti oleh 84 persen orang dewasa Gen Z dan 77 persen Gen X. Kurang dari 60 persen boomer dan orang dewasa yang lebih tua mengatakan hal yang sama.

Komentar