Mengenal IDO, Ragam Infeksi yang Rentan Menyerang Pasien Usai Operasi

M. Reza Sulaiman
Mengenal IDO, Ragam Infeksi yang Rentan Menyerang Pasien Usai Operasi
Ilustrasi operasi bedah di perut [Shutterstock]

Pasien yang baru saja melakukan operasi rentan mengalami infeksi daerah operasi atau IDO. Penyakit apa itu?

Suara.com - Pasien yang baru saja melakukan operasi rentan mengalami infeksi daerah operasi atau IDO. Penyakit apa itu?

Menurut Dr. dr. Warsinggih, Sp.B-KBD, Infeksi Daerah Operasi (IDO) adalah infeksi yang terjadi di daerah operasi dalam kurun waktu 30 hari pasca bedah, bahkan 1 tahun pascabedah jika tindakan bedah menggunakan implan.

"Infeksi itu terjadi di daerah yang sudah dioperasi. Padahal, operasi yang dilakukan bukan karena penyakit akibat infeksi. Misalnya kecelakaan, kan awalnya daerah yang bersih," katanya, dikutip dari ANTARA.

Pada umumnya, menurut dokter Warsinggih, IDO ditandai oleh beberapa kondisi seperti kemerahan dan bengkak di sekitar luka jahitan, keluar nanah atau darah dan tidak jarang disertai rasa sakit yang luar biasa.

Baca Juga: Titi DJ Dikabarkan Operasi Antiaging, Kenali Efek Samping dan Risikonya

Ilustrasi operasi. (Pixabay)
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

"Kemudian rasa hangat di daerah luka operasi dan membengkak. Biasanya kadang sampai mengalami demam," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa IDO diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni superfisial, deep, dan organ atau rongga.

Superfisial merupakan jenis IDO yang terbatas di lapisan kulit dan jaringan subkutis. Deep, jika infeksi mengenai lapisan yang lebih dalam hingga otot, sedangkan organ atau rongga jika infeksi telah mencapai organ atau berbentuk rongga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI) dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS(K), menambahkan bahwa jika IDO sudah melebar atau mendalam terutama jika pasien menggunakan implan, kondisinya akan semakin membahayakan.

"Berbahaya kalau sudah mendalam terutama apabila ada penggunaan implan. Infeksi pada kulit yang awalnya hanya di luar, bisa menyebar ke implan. Kalau sudah infeksi ke implan, implannya harus diangkat. Itu hal yang paling repot," ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Pasar Bakti Medan, Jokowi Cek Langsung Pelaksanaan Operasi Pasar Beras

Dia juga mengatakan, bahwa selain dapat memperburuk kondisi pasien, IDO juga dapat menyebabkan tambahan biaya perawatan dan ancaman meningkatnya resistensi antibiotik bahkan kematian.